MENDUKUNG ERA DIGITALISASI ARSIP AAI LAKSANAKAN WORKSHOP PEMBERDAYAAN ARSIP

Gorontalo, Baraberita.com – Jum’at, 01/10/2021 – Ditengah derasnya perkembangan arus teknologi informasi dalam lingkungan dunia global sehingga semua akses informasi bisa terhubung dengan cepat melalui jaringan internet. Hal ini setidaknya telah memunculkan berbagai tuntutan masyarakat agar pemerintah dapat memberikan sistem pelayanan administrasi pemerintahan yang cepat, akurat, objektif dan berkualitas. Disisi lain pemberlakuan Undang Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik merupakan momentum penting dalam upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas publik   sekaligus merupakan landasan konstitusional dalam  sistem  layanan informasi publik.

Untuk itu transformasi informasi melalui sistem digitalisasi merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan, termasuk sistem informasi kearsipan dinamis di Provinsi Gorontalo, sebagai upaya konkrit kita untuk membangun efektivitas komunikasi dan informasi melalui sistem tata kelola kearsipan dan pelayanan informasi kearsipan berbasis digitalisasi. Pengembangan era digitalisasi arsip ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan informasi kearsipan secara transparan, efektif dan efisien.

Tentunya hal ini sejalan dengan program pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka percepatan pembangunan dibidang pemanfaatan teknologi informasi sehingga proses surat menyurat di lingkungan pemerintah  Provinsi Kabupaten dan Kota Gorontalo dilaksanakan secara cepat, akurat, aman dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Berkenan dengan kondisi rill tersebut, maka Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) tingkat Wilayah Provinsi Gorontalo telah menyelenggarakan Workshop yang bertajuk “Pemberdayaan Arsiparis dalam mendukung Era Digitalisasi Arsip di Provinsi Gorontalo”  Selasa, 28 September 2021. Workshop berlangsung mulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 16.30 bertempat di Gedung Universitas Terbuka  Gorontalo Narasumber  Ketua Umum AAI Pusat Dr. H. Andi Kasman, S.E., M.M  dengan judul materi  “Tata Kelola Arsip Menuju Digitalisasi Arsip“.

Transformasi informasi melalui sistem digitalisasi merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan dalam rangka menunjang SPBE Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik sangat dibutuhkan talenta arsiparis dalam mengakomodir berbagai sistim aplikasi yang muncul dewasa ini pada  layanan instansi secara on line baik arsiparis  PNS dan arsiparis non PNS. Tahun 2022 semua data Sistim Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) akan migrasi ke SRIKANDI (Sistim Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).

Aplikasi SRIKANDI menjadi aplikasi umum bidang kearsipan pada Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dalam aplikasi Srikandi  setiap informasi berbasis analog dan digital akan dapat terekam dengan baik sehingga nantinya akan menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D  dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih atas kemitraan antara UT dengan AAI Wilayah Gorontalo. Rektor UT menyambut baik kerjasama AAI Wilayah Gorontalo dengan  UT Gorontalo dalam rangka pemberdayaan tenaga arsiparis, dimana UT Gorontalo memiliki Prodi DIV Kearsipan dan S1 Perpustakaan Akreditasi Prodi A untuk kedua prodi tersebut.  Direktur UT Gorontalo, Dr. Andi Sucianita, MP pada materinya juga menjelaskan bagaimana prospek tenaga arsiparis di era sekarang ini menjadi profesi yang sangat menjanjikan.

Acara Workshop Pemberdayaan Arsiparis  ini dibuka  oleh Sekda Provinsi Gorontalo yang diwakili Asisten 1 Sekda Provinsi Gorontalo, Drs. H. Syukri  Jaya Botutihe, M.Si.   Pada sambutan dan arahan  Asisten 1   lebih menekankan pada kompetensi tenaga arsiparis sehingga perlu untuk dilakukan sertifikasi  baik  sertifikai  jabatan dan sertifikasi profesi.

Selanjutnya  Drs. Syukri  Jaya Botutihe, M.Si menjelaskan pula bahwa  melalui digitalisasi arsip, urusan-urusan yang menyangkut pemerintahan, lembaga dan organisasi akan menjadi lebih simpel dengan setiap orang dapat selalu membawa arsip-arsipnya cukup di dalam alat pengolah data yang selalu berada di tangan (hand-phone). Di saat yang sama proses pelayanan kearsipan dapat dilakukan dengan cepat, cukup menggunakan alat pengolah dan penyimpanan data yang tidak terlalu memakan tempat tapi berkapasitas besar (big data). Alat itu (komputer) cukup diletakkan di atas meja dengan daya tampung yang cukup menampung dokumen dalam satu gudang besar. Melalui sistem digital juga akan terjadi efisiensi tenaga, waktu dan tempat dalam pengelolaan arsip dan pemberian layanan kearsipan.

Peserta workshop ini  berjumlah 30 orang dengan jabatan sebagai Arsiparis yang berasal dari berbagai SKPD  Kabupaten Kota dan Perguruan Tinggi.

Setelah kegiatan Wokshop dilanjutkan dengan Konferensi Wilayah memilih Ketua Asosiasi Arsiparis Indonesia  tingkat Wilayah Provinsi Gorontalo yang sebelumnya di ketua Prof Dr Yulianto Kadji, MSi (Alm). Terpilih sebagai ketua AAI tingkat Wilayah Provinsi Gorontalo yakni Dr. H, Zuchri Abdussamad, S,I,K., M.Si Periode 2021 – 2026,   sebelumnya menduduki sebagai Wakil Ketua I AAI Wilayah Provinsi Gorontalo.  Ketua terpilih Dr. H, Zuchri Abdussamad, S,I,K., M.Si  berjanji akan membawa bendera AAI ini berkibar di Jazirah provinsi Gorontalo melalui kerja kerja yang professional dan terukur bersama Pengurus AAI Wilayah Provinsi Gorontalo Periode 2021-2026

Laporan : Nur F. Bolotio

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *