14 Juni 2026

Komnas HAM Papua Dukung Operasi Damai Cartenz 2026 dengan Pendekatan Humanis

0
image

Jayapura – PAPUA – Baraberita.com – Komnas HAM Wilayah Papua memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Penekanan utama diberikan pada perlunya pendekatan yang bersifat humanis, dialogis, serta berbasis penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey menyampaikan pandangan terkait pelaksanaan operasi tersebut. Menurutnya, situasi sosial di Papua memiliki karakteristik kultural yang kuat sehingga langkah pengamanan tidak dapat berdiri sendiri.

Aspek komunikasi terbuka menjadi elemen penting yang harus menyertai setiap langkah pengamanan. Selain itu, upaya membangun kepercayaan publik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menangani kondisi di daerah tersebut.

“Pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial,” ujarnya. Komunikasi yang intensif diperlukan sebagai kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pihaknya menekankan bahwa komunikasi tersebut harus dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat. Termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta pemuda yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Efektivitas komunikasi tidak hanya terletak pada penyampaian pesan semata. Lebih dari itu, perlu dipastikan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat secara luas.

Ketika masyarakat merasa bahwa mereka dilibatkan dalam setiap proses dan suara mereka dapat terdengar, akan muncul dampak positif bagi kondisi keamanan. Hal ini akan mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Selain pendekatan humanis dan dialogis, prinsip akuntabilitas juga harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Transparansi dalam setiap langkah juga tidak boleh ditinggalkan agar masyarakat dapat memahami setiap tindakan yang dilakukan.

Dengan mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap martabat manusia, Frits Ramandey menunjukkan optimisme terhadap perkembangan situasi keamanan di Papua. Ia meyakini kondisi tersebut dapat terus terjaga secara kondusif.

Ia berharap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum semata. Lebih dari itu, operasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya pembangunan di wilayah Papua. Selain itu, juga menjadi dasar untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Tanah Papua.

“Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan,” tuturnya. Ketika masyarakat dan aparat keamanan dapat berjalan bersama-sama menuju tujuan yang sama, maka stabilitas di daerah tersebut akan semakin kokoh dan kuat.

Laporan : Melkyanus R.

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!