26 Juni 2026

Dari Visi 2023 ke Sejarah 2026: Petani Nelayan Gorontalo Berterima Kasih ke Prof Nelson & Gubernur Gusnar

0
IMG_20260625_215626_245

‎GORONTALO  –  Baraberita.com – Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 telah berakhir. Tapi gema apresiasi dari petani dan nelayan Gorontalo justru makin kencang. Usai acara penutupan 24 Juni 2026  di GOR David Toni Limboto, mereka kompak menyampaikan terima kasih kepada dua tokoh yang jadi pilar sejarah PENAS di Bumi Hulondalo: Prof. H. Nelson Pomalingo, dan Gubernur Gorontalo Dr. H. Gusnar Ismail.

‎Kisah ini berawal dari 2023. Saat itu Prof Nelson Pomalingo masih menjabat Bupati Gorontalo. Dalam pemberitaan ANTARA News Gorontalo, beliau yang pertama kali menyatakan kesiapan Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah PENAS KTNA XVII. Pernyataan itu bukan sekadar wacana. Visi dan keberanian seorang kepala daerah membuka jalan panjang hingga Gorontalo dipercaya pusat.

‎Tongkat estafet kemudian beralih. Di era kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail, amanah besar itu dituntaskan. 20-24 Juni 2026, Gorontalo untuk pertama kali jadi tuan rumah PENAS, pesertanya dari 38 provinsi hadir, ribuan petani-nelayan, penyuluh, akademisi, UMKM, dan investor memadati GOR David Toni. Dari pembukaan oleh Wapres Gibran sampai acara puncak penutupan oleh Presiden Prabowo, semua rangkaian berjalan sukses.

‎“Ini sejarah untuk kami petani. 3 tahun lalu Pak Prof Nelson bilang Gorontalo siap jadi tuan rumah PENAS waktu beliau Bupati. Kami cuma dengar. Sekarang kami buktikan sendiri. Terima kasih Pak Prof. Terima kasih juga Pak Gubernur Gusnar yang sudah tuntaskan sampai sukses sebesar ini,” ujar Armin, petani jagung asal kecamatan Telaga.

‎Ishak Abdulrahman, nelayan asal Biluhu, merasakan dampak langsung: “Dulu kami cuma lihat PENAS di TV, di daerah orang. Sekarang Bumi Hulondalo yang jadi tuan rumah. Pasar kami terbuka, ilmu baru kami dapat, harga jual juga naik. Ini semua berkat visi Pak Prof Nelson 2023 dan kerja keras Pak Gubernur Gusnar sekarang.”

‎Koordinator KTA Gorontalo menyebut, PENAS XVII meninggalkan warisan panjang. Infrastruktur event teruji, SDM lokal naik kelas karena punya pengalaman jadi tuan rumah nasional, dan jejaring pasar petani-nelayan Gorontalo tembus ke 38 provinsi.

‎“Pak Prof Nelson menanam benih visi 2023. Pak Gubernur Gusnar yang menyiram dan menumbuhkannya jadi sejarah 2026. Petani-nelayan Gorontalo hanya bisa bilang terima kasih,” tegasnya.

‎PENAS XVII 2026 membuktikan: kebijakan hari ini bisa jadi kesejahteraan rakyat bertahun-tahun kemudian. Dari visi seorang Bupati, menjadi sejarah di era seorang Gubernur. Bumi Hulondalo kini resmi masuk peta agenda pertanian nasional.

‎Prof Nelson tak pernah menganggap dirinya paling berjasa tapi beliau merasa sangat bahagia melihat PENAS ke XVII di laksanakan di Gorontalo. Ketika di konfirmasi ke Prof Nelson,

“Saya sangat senang dan bangga bahwa Gorontalo menjadi tuan rumah penas ke XVII yang dilakukan di Limboto ibukota kabupaten Gorontalo, saya sampaikan lalu bahwa kabupaten Gorontalo siap menjadi tuan rumah. Dan profesional pelaksanaan di bawah komando gubernur Gusnar dan Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, melahirkan kegiatan yang sangat sukses membawa nama harum provinsi Gorontalo. Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Gusnar Ismail dan wakil gubernur Ida Syahida Habibie serta jajaran pemerintah kabupaten Gorontalo mengantarkan kesuksesan PENAS ke XVII di Gorontalo

Laporan : Rolly Maku

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!