Warga Sungai Nangka dan Damai Bahagia Protes, Minta PDAM Balikpapan Segera Atasi Gangguan Air Bersih
Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Sejumlah warga dari Kelurahan Sungai Nangka dan Kelurahan Damai Bahagia, Kota Balikpapan, melakukan aksi unjuk rasa damai secara spontan. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 13.20 Wita di Jalan Letjen Z.A Maulani, Kecamatan Balikpapan Selatan. Sekitar 250 orang warga dari lingkungan RT 21, 22, 23, 24, dan 44 di Sungai Nangka serta RT 41 dan 42 di Damai Bahagia turut serta dalam aksi tersebut.
Untuk menyampaikan aspirasi, warga membawa peralatan sederhana seperti sistem suara, panci, entong, botol bekas air minum, dan ember plastik. Sebagai bentuk penekanan, mereka memblokir akses jalan utama sehingga arus lalu lintas terhenti sementara. Aksi ini muncul sebagai wujud kekecewaan akibat gangguan layanan yang telah berlangsung cukup lama.
Tuntutan utama yang disampaikan adalah meminta PDAM Balikpapan segera mengatasi gangguan distribusi air bersih. Selama kurang lebih sepuluh hari terakhir, aliran air di kedua wilayah tersebut tidak mengalir sama sekali. Selain perbaikan, warga juga menginginkan penjelasan jelas mengenai penyebab gangguan dan kepastian waktu pemulihan layanan.
Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian segera turun ke lokasi. Pada pukul 14.09 Wita, Kepala Bagian Operasi Polresta Balikpapan Kompol Jajat Sudrajat bersama Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Abu Sangit tiba di tempat kejadian. Keduanya langsung menghimbau agar massa membuka kembali akses jalan yang ditutup.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa aksi tersebut tidak didahului dengan pemberitahuan resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Penutupan jalan juga dinilai mengganggu aktivitas masyarakat lain dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang. Namun pada tahap awal, imbauan tersebut belum diindahkan oleh warga yang tetap bertahan.
Menyikapi kondisi itu, segera diadakan pertemuan mediasi untuk mencari solusi damai. Proses ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, perangkat kelurahan, manajemen PDAM Balikpapan, serta perwakilan warga. Tujuannya agar keluhan tersampaikan dan penjelasan dapat diberikan secara langsung.
Mewakili warga, H. Udin dari RT 24 Sungai Nangka menyampaikan kekecewaannya. Ia meminta pihak manajemen hadir dan menjelaskan persoalan yang terjadi, mengingat janji perbaikan yang disampaikan sebelumnya belum dibuktikan. Warga mengaku sudah berkali-kali bertanya ke kantor layanan namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Menanggapi hal itu, Manajer Distribusi PDAM Balikpapan Indra Gunawan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menjelaskan gangguan terjadi karena pipa air baku terlepas setelah perbaikan awal dilakukan, sehingga aliran tidak dapat naik ke wilayah pemukiman. Gangguan ini juga berdampak pada beberapa wilayah lain di sekitarnya.
Pihak perusahaan menyatakan saat ini sedang melakukan penyambungan ulang pipa yang rusak. Jika tenaga kerja dirasa kurang, akan segera ditambah untuk mempercepat proses. Target yang ditetapkan adalah aliran air dapat kembali normal pada malam hari itu juga.
Mendengar penjelasan tersebut, warga menyepakati kesepakatan bersama. Jalan akan dibuka kembali demi kelancaran lalu lintas, namun disertai peringatan tegas. Jika hingga malam hari air belum mengalir sesuai janji, maka akses jalan akan ditutup kembali mulai keesokan harinya.
Pada pukul 14.42 Wita, blokade jalan akhirnya dibuka dan arus kendaraan kembali berjalan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir secara tertib dan aman pada pukul 15.20 Wita tanpa ada insiden yang merugikan salah satu pihak.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi PDAM Balikpapan selaku penyedia layanan publik. Pihaknya diharapkan segera merealisasikan komitmennya, serta rutin menyampaikan informasi perkembangan perbaikan agar kekecewaan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Laporan : Obid Setiawan
