25 Juni 2026

Terpilihnya Desa Lamu Mewakili Kab. Gorontalo Menjadi Kampung Nelayan Merah Putih: Harapan Baru Bagi Kesejahteraan Nelayan

0
IMG_20251113_133206

GORONTALO – Baraberita.com – Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, terpilih sebagai perwakilan Kabupaten Gorontalo untuk menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Keputusan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Desa yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan dan kelautan.

Kepala Desa Lamu, Mohamad Harun Dali, S.Pd, menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas terpilihnya Desa Lamu dalam program Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Didampingi oleh Kasi Pemerintahan, Rabia K. Noho, dan Beberapa Kepala Dusun, Mohamad Harun Dali menjelaskan kepada Baraberita.com bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya laut harus dilakukan secara optimal dan lestari untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan penerimaan negara.

“Terpilihnya Desa Lamu sebagai Kampung Nelayan Merah Putih merupakan pengakuan atas potensi dan upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor perikanan. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin,” ujar Mohamad Harun Dali.

Desa Lamu terletak di Kecamatan Batudaa Pantai dan memiliki struktur tanah yang subur, dan sebuah pantai memiliki Laguna (Lagon) cocok untuk aktivitas perikanan laut. Sebagian besar masyarakat Desa Lamu bergantung pada mata pencaharian di sektor perikanan dan kelautan.

Secara geografis, Desa Lamu merupakan salah satu dari 9 desa di Kecamatan Batudaa Pantai dengan luas wilayah 1300 Ha. Desa ini terletak pada ketinggian 1.5 meter di atas permukaan laut dan berhadapan langsung dengan Laut Teluk Tomini.

Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk nelayan di Kampung Nelayan Desa Lamu berjumlah 147 jiwa. Mereka memiliki sebanyak 83 kapal nelayan dengan ukuran rata-rata 9 meter dan pendapatan rata-rata antara Rp.2.000.000 hingga Rp.4.000.000 per bulan.

Nelayan di Desa Lamu umumnya menggunakan jaring, mata pancing tuna, dan cumi untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan mereka menjadi salah satu sumber utama pendapatan masyarakat Desa.

Di Kecamatan Batudaa Pantai, usaha kelautan dan perikanan mencakup penangkapan ikan, budidaya, pengolahan, dan pemasaran. Hasil produksi utama meliputi ikan laut seperti tuna, cakalang, cumi, dan tongkol, serta hasil budidaya seperti rumput laut.

Skala usaha di sektor perikanan Desa Lamu bervariasi, mulai dari usaha kecil-kecilan hingga usaha besar yang melibatkan pengolahan dan pemasaran produk perikanan.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Desa Lamu telah merencanakan pembangunan kampung nelayan Merah Putih tahun anggaran 2025. Program ini mencakup beberapa kegiatan penting yang diharapkan dapat memajukan sektor perikanan Desa.

Menu kegiatan bantuan pembangunan kampung nelayan Merah Putih tahun anggaran 2025 meliputi pekerjaan persiapan SMK Negeri 3, pembangunan tambatan perahu, rumah genset dan kelengkapannya, pekerjaan landscaping, lavelling lahan kawasan, serta pembangunan sentra kuliner.

Selain itu, program ini juga mencakup pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Struktur kepengurusan kelembagaan usaha kelautan dan perikanan di pemukiman perkampungan nelayan juga telah disahkan oleh Desa.

Faisal G. Pidu ditunjuk sebagai ketua, Roni Abubakar Ibrahim sebagai sekretaris, dan Asura R. Isa sebagai bendahara dalam kepengurusan kelembagaan ini.

Desa Lamu juga memiliki 10 kelompok nelayan dengan total anggota 147 orang. Mereka masih tergolong kelompok pemula dan fokus pada komoditas perikanan tangkap.

Kelompok pembudidaya ikan juga menjadi salah satu fokus pengembangan di Desa Lamu. Dengan dukungan program Koperasi Merah Putih, diharapkan kelompok-kelompok ini dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan anggota.

Mohamad Harun Dali berharap program Koperasi Merah Putih dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Lamu. Dengan pengelolaan yang baik, potensi kelautan desa ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kasi nya Rabia K  Noho menambahkan bahwa masyarakat Desa Lamu sangat antusias menyambut program ini. Mereka siap berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pembangunan kampung nelayan.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, serta menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu pilar utama perekonomian desa,” kata Kaur nya Rabia K. Noho.

Dengan terpilihnya Desa Lamu sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat Desa optimis dapat meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan kesejahteraan bersama melalui pemanfaatan potensi kelautan yang optimal..

Laporan : Melky Hunawa 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!