Ribuan Warga/Murid Antar Pemakaman Jenazah Guru Korban Penganiayaan Murid

Ribuan Warga Mengantar Zenajah Budi Cahyono Guru SMA 1 Sampang

SAMPANG, BARABERITA.COM  Sabtu, 03 Februari 2018 Ribuan warga/murid antar pemakaman jenazah guru Budi Cahyono yang meninggal karena dihajar oleh siswanya. Pemakaman ini dilaksanakan sekitar pukul 08.45 di makam Kampung Pleyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Kabupaten Sampang. Dalam prosesi pemakaman ini dihadiri oleh Bupati Sampang Fadhilah Budiono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Syaiful Rachman, Kepala UPTD Disdik Provinsi Jatim Cabang Sampang, Disdik Sampang, segenap guru, siswa dan warga setempat.

Menyemutnya jumlah warga yang ingin mengantar pemakaman membuat arus lalu-lintas sempat mengalami kemacetan, kemacetan sempat terjadi hingga 1 kilo meter di dua sisi yakni arah barat dan timur. Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali), POlres Sampang ,Iptu Budi Nugroho mengatakan, meski terjadi kemacetan, pihaknya tidak melakukan penutupan jalan. “Sampai macet sepanjang 1 kilo meter di sisi barat dan timur,” tuturnya. Kata dia, Polres Sampang menurunkan sekitar 50 personel polisi yang terdiri Satuan Sabhara dan Satlantas untuk mengawal prosesi pemakaman ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penganiayaan yang berujung maut itu bermula ketika jam pelajaran berlangsung. Saat Budi sedang serius menjelaskan tentang materi seni rupa. Tapi pelaku yang berinisial MH malah tidur. Budi pun menegur. Pelaku tak mengindahkan. Meski sudah ditegur, MH malah semakin menjadi-jadi kenakalannya. Dia mengganggu teman lainnya yang sedang melukis. Akhirnya korban menindak pelaku dengan mencoret pipinya dengan cat lukis sebagai bentuk teguran keduanya.

Tak terima, pelaku naik pitam. Sebelum memukul, antar keduanya terjadi cekcok. Namun, siswa lain dan para guru berusaha melerai. Budi akhirnya mengadukan peristiwa tersebut pada kepala sekolah dan diperkenankan untuk pulang lebih awal. Namun sesampainya di rumah, Budi merasa sakit leher hingga kepala pusing. Karena kondisinya kian parah, keluarga pun langsung membawanya ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Tak lama setelah mendapat tindakan medis, korban mengalami mati batang otak atau MBA yang berujung semua organ tubuh dalam tak berfungsi. ( Mati total  )

Laporan Jarman R

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *