18 April 2026

Pertikaian Dua Kelompok di Mimika: 3 Orang Terluka Kena Panah, Satu Rumah Gembala Terbakar

0
WhatsApp-Image-2026-04-11-at-21.11.24

Mimika – PAPUA TENGAH – Baraberita.com – Pertikaian antar kelompok masyarakat meledak di Kampung Meekurima, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pada Sabtu sore (11/04/2026). Insiden yang melibatkan Kelompok Dang dan Kelompok Newegalen ini meninggalkan duka dan kerugian, di mana tiga warga terluka terkena panah serta satu unit rumah papan milik warga habis dilalap api.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.10 Waktu Indonesia Timur. Aksi kekerasan ini berawal setelah Kelompok Dang menyelesaikan proses adat mereka. Sesuai ritual yang disebut “buang suara/panah”, kelompok tersebut bergerak dengan cara berlari menuju garis perbatasan wilayah yang menjadi batas wilayah antara kedua kelompok yang berseteru.

Sesampainya di garis perbatasan, situasi yang sudah memanas berubah menjadi bentrokan terbuka. Kedua belah pihak saling menyerang menggunakan senjata tradisional berupa panah. Di tengah kekacauan yang terjadi, api tiba-tiba menjalar dan menghanguskan satu unit rumah papan milik warga bernama Gembala Penius Kulla yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Akibat pertukaran serangan tersebut, tiga orang warga dari Kelompok Dang menjadi korban luka-luka. Mereka adalah MK (43 tahun) yang terkena anak panah di bagian paha kiri, JA (27 tahun) yang menderita luka pada tumit kaki kanan, serta DA (27 tahun) yang mengalami cedera di bagian kepala dan kaki. Kondisi ketiga korban ini menjadi perhatian utama segera setelah situasi mulai terkendali.

Ketiga korban segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Mimika. Berdasarkan informasi medis yang diperoleh, ketiganya saat ini dalam kondisi sadar dan kondisinya dinyatakan stabil. Namun, salah satu korban, yakni MK, masih harus menjalani tindakan operasi untuk proses pengangkatan anak panah yang masih menancap di tubuhnya.

Selain korban jiwa, kerugian materi juga dialami oleh Gembala Penius Kulla. Pemilik rumah yang terbakar tersebut menceritakan bahwa saat kejadian berlangsung, ia awalnya hanya mendengar suara teriakan massa yang memanas. Belum sempat melakukan upaya penyelamatan maksimal, dalam sekejap mata bangunan rumah papan miliknya sudah terlihat dilalap api yang tak terkendali.

Mendapat laporan mengenai insiden ini, aparat gabungan segera dikerahkan untuk menangani situasi. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Mimika dan Brimob Yon B Mimika langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengamanan dan pemisahan antar kelompok agar konflik tidak meluas.

Pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh AKP Henri Alfredo Korwa, SIK., M.H., selaku Kabag Ops Polres Mimika. Turut serta dalam penanganan kasus ini antara lain AKP Gatot Tri Gunawan, S.H. (Kasat Intelkam), AKP Anwar M, S.E. (Kasubbag Binops), Iptu Fransiskus Tethool, S.E., M.H. (Kasat Samapta Polres Mimika), serta pejabat wilayah yakni Kepala Distrik Kwamki Naftali Edwin Hanuaebu dan Kepala Distrik Tembagapura Thobias Yawame.

Hingga informasi ini diturunkan, situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama sudah berangsur kondusif dan tidak terjadi lagi aksi saling serang. Meski demikian, aparat keamanan masih mempertahankan posisi dan terus bersiaga penuh di lokasi. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi guna mencegah potensi terjadinya bentrokan susulan atau eskalasi konflik baru.

Pihak kepolisian melalui jajarannya pun mengeluarkan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat. Polisi meminta agar masyarakat, tokoh adat, maupun tokoh agama di wilayah tersebut dapat bersama-sama menahan diri. Penyelesaian masalah diharapkan dapat dilakukan melalui jalur damai dan musyawarah, demi mencegah terulangnya konflik yang hanya akan mendatangkan kerugian bagi semua pihak.

Laporan : Atriani Luas 

 

Loading

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *