7 Juni 2026

Jejak Pengabdian Ipda Hilal: Dari Pendiri Rumah Yatim di Pangkep Hingga Bertugas Melayani Jemaah Haji

0
IMG_20260607_173149

JEDDAH – Baraberita.com – Ipda Hilal, anggota Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Selatan, kini menunaikan tugas mulia sebagai petugas haji di Tanah Suci. Sebelum melayani para tamu Allah, nama Ipda Hilal telah lebih dulu dikenal luas sebagai sosok polisi yang aktif bergerak di bidang sosial dan dakwah, termasuk mendirikan Rumah Yatim serta Pondok Tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten Pangkep.

Dedikasi yang ditunjukkan Ipda Hilal merupakan bukti nyata pengabdian yang berkelanjutan, mulai dari berbakti bagi masyarakat di kampung halaman hingga hadir memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Tugas yang diembannya kali ini menjadi babak baru perjalanan hidupnya yang senantiasa menempatkan pelayanan kepada sesama sebagai prioritas utama.

Bertugas sebagai petugas haji menuntut kesiapan fisik maupun mental, serta kepedulian yang tulus demi menjamin kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah. Bagi Ipda Hilal, tanggung jawab ini bukan sekadar tugas dinas, melainkan sebuah kesempatan istimewa untuk berbuat baik di tanah yang paling suci bagi umat Islam.

Selain dikenal sebagai aparat kepolisian, Ipda Hilal juga menyandang gelar Dai Polri dan Dai Kamtibmas. Kemampuannya berdakwah telah teruji dan diakui publik, terbukti dengan catatan prestasi sebagai finalis dalam berbagai ajang bergengsi. Ia pernah menjadi Finalis Dai Polisi TVRI pada tahun 2021, Finalis Dai Muda Indonesia MNC TV tahun 2014, serta Finalis Akademi Syiar Indonesia Indosiar pada 2015 silam.

Aktivitas keagamaan dan sosialnya tidak berhenti di situ saja. Ia tercatat aktif memegang peran strategis di berbagai komunitas, antara lain sebagai Ketua Komunitas Peduli Yatim dan Masjid, Pembina Komunitas Man Jadda Wajada Makassar, hingga Koordinator Wilayah Komunitas Pendakwah Keren Sulawesi Selatan.

Dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu, 7 Juni 2026, Ipda Hilal mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Kesempatan bertugas langsung di lokasi ibadah umat Islam itu ia pandang sebagai anugerah tak ternilai.

“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kesyukuran dan kehormatan bagi saya karena diberi kesempatan menjadi petugas haji. Tugas ini adalah amanah besar untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” ujarnya.

Ia mengaku sebelumnya tidak pernah membayangkan akan mendapat kesempatan emas ini. Sepanjang pengabdiannya sebagai anggota Polri, perhatian dan tenaganya lebih banyak dicurahkan untuk kegiatan pembinaan masyarakat serta membantu mereka yang membutuhkan lewat lembaga yang ia dirikan sendiri.

Lembaga sosial tersebut lahir dari keprihatinan mendalam melihat kondisi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu yang masih menghadapi banyak kesulitan hidup. Menurutnya, masih banyak anak yang kehilangan akses pendidikan, tinggal di lingkungan kurang layak, serta tidak memiliki keluarga yang dapat mengasuh dan membimbing mereka.

Bagi Ipda Hilal, seluruh langkah yang diambilnya sejalan dengan fungsi utama kepolisian. Tugas Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang menyeluruh bagi warga.

Rumah Yatim sekaligus Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al Hilal mulai dibangun pada tahun 2019. Pembangunan dilakukan di atas tanah milik pribadi dengan modal awal yang berasal dari tabungan pribadi pula. Berkat ketekunan dan dukungan masyarakat, lembaga ini akhirnya resmi diresmikan pada tanggal 10 April 2021.

Kini, tempat itu tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak bagi anak-anak yatim, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an. Setiap sore, puluhan santri dari berbagai wilayah datang untuk belajar dan menghafal ayat suci. Selain itu, diselenggarakan pula majelis ilmu yang rutin dihadapi oleh kaum ibu setiap pekan.

Hingga saat ini, tercatat puluhan santri dan sekitar 30 orang ibu-ibu aktif mengikuti seluruh kegiatan yang ada di sana. Seluruh layanan pendidikan dan keagamaan diberikan secara cuma-cuma tanpa memungut biaya, sebagai wujud komitmen menghadirkan ilmu yang mudah diakses oleh siapa saja.

Semangat melayani yang telah lama ia bangun lewat dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kini dibawa Ipda Hilal hingga ke Tanah Suci. Dalam tugasnya sebagai petugas fungsi Perlindungan Jemaah, ia hadir untuk memastikan setiap jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, tenang, dan penuh kekhusyukan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat amanah ini. Semoga dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian dari upaya melindungi serta membantu jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci,” tutupnya mengakhiri keterangan. (Div. Humas Polri)

Laporan : Mochamad Yunus 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!