27 Mei 2026

Khidmat, Warga Hunggaluwa Padati Halaman Masjid Nurul Iman Laksanakan Sholat Idul Adha 1447 H

0
WhatsApp Image 2026-05-26 at 16.38.05

Limboto  – GORONTALO – Baraberita.com – Suasana damai dan penuh kekhusyukan menyelimuti Halaman Masjid Nurul Iman, Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada pagi yang cerah. Ratusan warga dari berbagai kalangan berbondong-bondong hadir sejak dini hari untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha 1447 Hijriah secara berjamaah. Mengenakan pakaian terbaik dan rapi, warga memadati halaman masjid yang telah ditata tertib oleh panitia, mengubah lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya umat untuk menunaikan salah satu sunnah muakkad serta mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa yang beriman.

Gema takbir, tahmid, dan tahlil bergema merdu memecah keheningan pagi, dilantunkan serentak oleh para jamaah yang telah duduk berbaris rapi di atas sajadah yang membentang luas. Kegiatan tahunan ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Hunggaluwa untuk bersatu dalam satu tempat, meneguhkan kembali iman, serta merasakan kebersamaan yang erat. Persiapan yang matang telah dilakukan panitia, mulai dari penataan tempat hingga kebersihan lingkungan, guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, nyaman, dan tertib bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Memasuki waktu pelaksanaan sholat, seluruh jamaah segera menempati barisan masing-masing dengan tenang dan penuh ketertiban. Bertindak sebagai imam dalam sholat dua rakaat tersebut adalah Abdul Gias Buhungo, tokoh agama yang dikenal luas oleh masyarakat setempat atas keilmuan dan akhlak yang mulia. Di bawah pimpinannya, seluruh rangkaian gerakan dan bacaan sholat berlangsung serentak, lantang, dan menggetarkan hati, seolah menyatukan seluruh jamaah dalam satu jiwa yang sama-sama menyembah dan beribadah kepada Allah SWT.

Abdul Gias Buhungo memimpin ibadah dengan penuh ketelitian, mulai dari takbiratul ihram, tujuh kali takbir tambahan pada rakaat pertama, hingga lima kali takbir pada rakaat kedua. Setiap bacaan Al-Fatihah dan surat pendek yang beliau lantunkan diikuti dengan saksama dan penuh kekhusyukan oleh seluruh makmum. Keteraturan serta keserempakan gerakan para jamaah menjadi bukti tingginya kesadaran dan kedisiplinan umat Islam di Kelurahan Hunggaluwa dalam mengamalkan tuntunan syariat Islam dengan benar dan sempurna sesuai tuntunan.

Usai pelaksanaan sholat selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian khutbah Idul Adha yang menjadi momen paling dinanti untuk merenungi makna hakiki hari raya kurban ini. Bertindak sebagai khatib pada kesempatan tersebut adalah Drs. H. Yusnan Ekie, M.Pd, seorang tokoh masyarakat dan pemuka agama yang memiliki wawasan luas serta kemampuan menyampaikan dakwah dengan bahasa yang tegas namun mudah dipahami. Beliau naik ke mimbar dengan penuh wibawa untuk berbagi pesan-pesan keagamaan yang sarat makna bagi seluruh jamaah yang hadir.

Dalam khutbahnya, Drs. H. Yusnan Ekie mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau mengulas mendalam makna pengorbanan melalui kisah teladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta menegaskan bahwa esensi ibadah kurban bukanlah pada daging atau darah hewan yang disembelih, melainkan pada ketulusan hati dan ketakwaan orang yang berkurban. “Pengorbanan sejati adalah kemampuan menyembelih hawa nafsu dan egoisme demi meraih ridha Allah dan kebaikan bersama,” tegas beliau.

Lebih jauh, khatib juga menekankan pentingnya nilai berbagi, kepedulian sosial, dan persatuan di tengah masyarakat Kecamatan Limboto. Ia mengajak warga Hunggaluwa menjadikan momen Idul Adha sebagai sarana menghapus sekat perbedaan dan peduli terhadap nasib saudara sesama yang kurang beruntung. Selama penyampaian khutbah berlangsung, suasana tetap terjaga khidmat; para jamaah menyimak dengan saksama, banyak yang tersentuh dan mengangguk tanda setuju atas pesan-pesan kebaikan yang disampaikan, sebelum diakhiri dengan doa memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh negeri.

Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan, suasana kekhusyukan berubah seketika menjadi kehangatan dan kegembiraan. Para jamaah saling bersalaman, berpelukan, serta saling mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha sambil bermaaf-maafan atas segala kesalahan. Halaman Masjid Nurul Iman pun berubah menjadi ajang silaturahmi akbar, tempat warga mempererat ikatan persaudaraan. Seluruh masyarakat berharap nilai-nilai luhur seperti ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian sosial ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, namun terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Laporan : Suprianto Ali

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!