Berusaha Kabur dan Melawan, Bandar Narkoba Residivis Tusuk Anggota Polisi di Baturaja
OKU – SUMSEL – Baraberita.com – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil menangkap seorang bandar narkoba yang berusaha melarikan diri sekaligus melakukan tindakan kekerasan. Kejadian berdarah ini terjadi di kawasan Baturaja, Sumatera Selatan, dan mengakibatkan salah satu anggota kepolisian mengalami luka akibat tusukan senjata tajam.
Peristiwa penusukan itu berlangsung tepat di kawasan Pasar Atas, Baturaja, pada Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu, petugas sedang menjalankan tugas pengamanan dan penangkapan terhadap tersangka berinisial AJ, namun pelaku justru bertindak agresif dan melakukan perlawanan fisik yang membahayakan keselamatan para petugas.
Korban penusukan dalam insiden tersebut adalah Brigadir Polisi Joni Agustoni, yang merupakan anggota aktif dari Satres Narkoba Polres OKU. Luka tusuk yang dialami anggota polisi itu menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam menindak tegas peredaran barang haram di wilayah hukum setempat.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, mengungkapkan bahwa tersangka AJ bukanlah pelaku baru dalam dunia kejahatan narkotika. Berdasarkan data yang dimiliki kepolisian, pria tersebut tercatat sebagai residivis yang sudah dua kali menjalani masa hukuman di balik jeruji besi atas kasus yang sama.
“Pelaku merupakan residivis dua kali masuk penjara dengan kasus narkotika,” tegas AKBP Endro Aribowo saat memberikan keterangan pers di kantornya, Rabu (27/05/2026). Ia menegaskan bahwa tindakan pelaku merupakan bentuk perlawanan brutal yang dilakukan secara sengaja untuk menggagalkan proses penangkapan.
Serangan terhadap petugas terjadi tepat saat tim kepolisian hendak melakukan pengamanan diri terhadap tersangka. Alih-alih menyerah dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku, AJ justru mengeluarkan senjata tajam dan menusukkan benda tersebut ke arah Brigpol Joni Agustoni yang sedang berada di lokasi.
Sebelum terjadinya insiden penusukan dan penangkapan itu, empat anggota Satres Narkoba sebenarnya sudah mengawasi dan membuntuti pergerakan tersangka sejak dari kawasan Dusun Baturaja. Pengawasan ketat itu dilakukan karena pelaku diduga kuat sedang melakukan aktivitas transaksi atau penyimpanan narkotika.
Gerakan tersangka yang diamati petugas terus dipantau hingga akhirnya bergerak menuju kawasan Pasar Atas. Di lokasi yang dianggap strategis namun padat warga itulah, tim kepolisian memutuskan untuk melakukan penggerebekan, yang kemudian berujung pada perlawanan keras dan penusukan terhadap salah satu anggotanya.
Laporan : Hartono KS.
