20 Juli 2026

Kecelakaan Beruntun di Tol JORR Diduga Dipicu Tidur Sesaat, Satu Orang Tewas

0
133588_551132

JAKARTA – Baraberita.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Tol Jakarta Lingkar Luar (JORR) KM 54+600 arah Cakung, pada Sabtu (18/07/2026) siang. Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka. Pihak kepolisian menduga kecelakaan tersebut dipicu oleh kondisi kantuk sesaat atau tidur sesaat yang dialami pengemudi salah satu kendaraan berat.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Bratamanggala, menjelaskan bahwa saat kejadian seluruh kendaraan melaju dari arah Bintara menuju Cakung di lajur pertama. Lima kendaraan yang berada di depan terlebih dahulu mengurangi kecepatan karena arus lalu lintas sedang padat. Namun, truk kontainer yang bergerak di belakang diduga dikemudikan orang yang mengalami tidur sesaat, sehingga kendaraan tersebut gagal mengerem dan menabrak kendaraan di depannya secara beruntun.

Enam kendaraan yang terlibat dalam kejadian ini terdiri atas satu mobil pikap, satu mobil boks, dua truk trailer, serta dua truk kontainer. Akibat benturan yang cukup keras, pengemudi truk kontainer bernama Gandi Sugandi (59 tahun) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Hamdan Hidayat selaku pengemudi mobil pikap menderita luka berat, dan Jajang Irawan pengemudi truk lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa kelelahan saat berkendara merupakan salah satu faktor utama pemicu kecelakaan lalu lintas. Risiko ini bahkan semakin tinggi ketika melintasi jalan tol yang menuntut konsentrasi penuh dalam waktu yang cukup lama.

Dikutip dari laman resmi Korlantas Polri di https://korlantas.polri.go.id, tidur sesaat adalah kondisi ketika seseorang tertidur dalam hitungan detik tanpa disadari. Meskipun berlangsung sangat singkat, kondisi ini sangat berbahaya bagi pengemudi, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu singkat tersebut, pengemudi bisa sepenuhnya kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikan.

Ada beberapa tanda yang biasanya muncul menjelang terjadinya tidur sesaat dan perlu diwaspadai pengemudi. Tanda yang paling umum adalah mata terasa berat serta sering berkedip secara perlahan dan berulang kali. Selain itu, pengemudi juga akan sering menguap dan mulai kesulitan menjaga fokus terhadap perjalanan.

Tanda lain yang tak kalah penting adalah kepala terasa berat hingga cenderung tertunduk meskipun pengemudi berusaha tetap terjaga. Pengemudi juga mungkin mendapati dirinya sulit mengingat beberapa bagian perjalanan yang baru saja dilalui dalam waktu singkat. Tak jarang, kendaraan mulai melenceng atau keluar dari jalur yang benar tanpa disadari pengemudi.

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tidur sesaat saat berkendara. Penyebab yang paling sering terjadi adalah kurang tidur atau istirahat yang tidak cukup sebelum memulai perjalanan jauh. Mengemudi dalam waktu berjam-jam tanpa jeda istirahat yang layak juga membuat tubuh dan otak semakin lelah.

Risiko ini juga meningkat saat seseorang berkendara pada jam biologis tubuh yang cenderung mengantuk, seperti dini hari atau sesaat setelah makan siang. Selain itu, melintasi rute yang lurus dan monoton seperti jalan tol membuat otak kehilangan variasi stimulasi, sehingga tubuh lebih cepat terlelap tanpa disadari.

Untuk mencegah bahaya ini, Korlantas Polri menghimbau seluruh pengemudi memastikan dirinya mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas sebelum berangkat berkendara. Tubuh yang segar bugar akan membantu menjaga tingkat kewaspadaan selama perjalanan berlangsung.

Pengemudi juga disarankan beristirahat setiap dua hingga empat jam sekali di tempat perhentian yang aman dan nyaman. Berhenti sejenak untuk meregangkan otot atau sekadar menghirup udara segar sangat membantu mengurangi rasa lelah.

Jangan pernah memaksakan diri untuk tetap melaju jika rasa kantuk sudah mulai terasa tak tertahankan. Memaksakan kondisi fisik yang lemah hanya akan menambah risiko kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebaiknya hindari mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping menimbulkan kantuk sebelum memulai perjalanan. Hal ini sangat penting terutama jika Anda harus menempuh perjalanan jauh atau melintasi jalan raya yang padat.

Perlu diingat bahwa kopi atau minuman berkafein hanya berfungsi meningkatkan kewaspadaan untuk sementara waktu saja. Minuman jenis ini tidak dapat menggantikan kebutuhan alami tubuh untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Keselamatan di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh kelayakan kendaraan serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, melainkan juga kesiapan fisik dan mental pengemudi. Jika rasa lelah, kantuk, atau sulit berkonsentrasi mulai muncul, segera cari tempat aman untuk berhenti.

Langkah sederhana beristirahat sejenak mampu mencegah kecelakaan yang tak diinginkan serta melindungi keselamatan diri sendiri dan seluruh pengguna jalan lainnya. Mari selalu utamakan keselamatan daripada memaksakan kehendak sampai tujuan dengan kondisi fisik yang kurang prima.

Laporan : Jenita Claudia 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!