Dewan Mendorong Agar Walikota Balikpapan Tegas Terhadap PT Fahreza
Balikpapan – KALTIM, Baraberita.com – Senin, 09/10/2023 – DPRD Kota Balikpapan berharap pemerintah kota Balikpapan bersikap tegas, tidak memberikan perpanjangan waktu lagi kepada PT. Fahreza, yang meminta tambahan 50 hari untuk selesaikan proyek DAS Ampal, mengingat persentase kerja kontraktor masih di bawah 50 persen.
Seketaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan Kamaruddin Ibrahim yang akrab disapa H. Aco, mengatakan bahwa. DPRD tidak bisa berbuat banyak terhadap kelambanan kerja pihak Kontraktor PT Fahreza.
“Kalau kami diminta pendapat 50 hari itu kan hampir 2 bulan. Apakah dengan 50 hari itu semua pekerjaan bisa rampung ? Kontraktor hanya ingin mengejar progres, padahal yang ada saja belum beres,” ujar Kamaruddin nampak kecewa, saat diwawancara Media, Senin 09 Oktober 2023.
Lanjut Kamaruddin, kalau Kontraktor ditanya pasti akan menyatakan mampu menyelesaikan pekerjaan. Namun progres di lapangan jelas menunjukkan sebaliknya. Pemerintah tentunya memiliki pertimbangan untuk langsung memutus kontrak PT Fahreza, karena hingga kini persentase kerja di lapangan masih di bawah 40 persen. Jika hingga akhir Desember 2023 tercapai 50 persen, Kontraktor akan sulit untuk bisa mampu mengejar sisanya. Kamaruddin, mengaku sudah merasa lelah menyampaikan usulan tindakan terhadap Kontraktor PT. Fahreza Duta Perkasa. Bahkan peringatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan konsultan proyek saja tidak diindahkan. Kondisi buruk ini menyebabkan masyarakat terdampak kegiatan proyek. Mulai dari kemacetan hingga kerugian materi, karena lokasi usaha yang terganggu kegiatan proyek.
“Kalau diputus kontraknya, mungkin Pemerintah Kota mempertimbangkan dampak-dampak yang terjadi. Kalau diputus, itu bisa jadi proyek mangkrak. Nanti kalau di mulai ulang, itu kan proses lagi mulai dari lelang. Waktunya kan jadi lama. Bisa satu tahun terhambur begitu daja,” jelas H. Aco masih terlihat kesal.
Kamaruddin menyerahkan keputusan kepada Walikota sebagai kepala daerah. Dinas Pekerjaan Umum (PU), DPRD, dan Konsultan proyek saja tidak dipedulikan PT. Fahreza.
“Kita menunggu ketegasan dari Pemerintah Kota saja. Sebab bolanya ada di sana, dalam hal ini Walikota Balikpapan,” pungkas H. Aco.
Laporan : Yulsa Zena
![]()
