17 Juni 2026

Densus 88: 110 Anak Direkrut Kelompok Radikal, Rencanakan Aksi Teror di Beberapa Wilayah

0
image (3)

JAKARTA – Baraberita.com – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap adanya 110 anak yang direkrut oleh kelompok radikalisme. Mereka bahkan teridentifikasi merencanakan aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selama periode 2011-2017, Densus 88 hanya mengamankan 17 anak terkait aksi teror.

“Pada tahun ini, di tahun 2025 sendiri, kurang lebih lebih dari 110 yang saat ini sedang teridentifikasi,” jelas AKBP Mayndra dalam konferensi pers pada Selasa, 18 November 2025.

AKBP Mayndra menyebut, peningkatan ini diduga berkaitan dengan proses perekrutan yang dilakukan secara masif melalui media sosial dan game online. Kelompok radikal memanfaatkan platform digital untuk mencari dan merekrut anak-anak.

“Jadi artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif sekali rekrutmen yang dilakukan melalui media daring,” ujarnya. Penggunaan media sosial dan game online menjadi alat utama dalam proses perekrutan tersebut.

Densus 88 Antiteror Polri telah meningkatkan upaya pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas radikal di media sosial. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melindungi anak-anak dari pengaruh radikal.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam menggunakan media sosial dan game online. Penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi.

Densus 88 akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap kelompok radikal yang melakukan perekrutan anak. Mereka juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan anak-anak.

Laporan : Ali Borneo 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!