20 April 2026

Bulog Buka Akses Masyarakat Cek Stok Beras, Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Aman

0
image

JAKARTA – Baraberota.com – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memeriksa langsung stok beras yang tersimpan di gudang-gudang milik perusahaan. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata keterbukaan informasi sekaligus upaya memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman dan terjaga dengan baik.

Keterbukaan akses tersebut disampaikan langsung oleh Ramdhani saat memberikan keterangan resmi pada Senin, 20 April 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjalankan prinsip transparansi kepada publik.

Menurutnya, dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok di lapangan, diharapkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) semakin meningkat. Masyarakat dapat melihat sendiri bagaimana stok dikelola dengan baik dan siap didistribusikan kapan saja.

Ia juga menekankan bahwa seluruh proses pengelolaan cadangan beras dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasokan beras dapat disalurkan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia sesuai kebutuhan.

Pada tahun ini, Bulog menargetkan penyerapan beras sebanyak 4 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian target pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3 juta ton. Peningkatan target ini menjadi upaya strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan cadangan pangan nasional.

Untuk mewujudkan target tersebut, jajaran Kantor Wilayah dan Kantor Cabang Bulog menjalankan pola kerja jemput bola. Petugas langsung turun ke lapangan mulai dari sawah, titik panen, hingga lokasi penggilingan padi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sejak awal tahun 2026, realisasi penyerapan beras menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada tingkat keterisian gudang milik Bulog yang juga mengalami kenaikan cukup besar.

Saat ini, Bulog mengelola sebanyak 1.540 unit gudang milik sendiri. Total kapasitas riil yang dimiliki mencapai 3.061.484 ton, dan seluruhnya telah dioptimalkan untuk mendukung penyimpanan cadangan beras pemerintah.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok yang terus bertambah, Bulog mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan gudang filial atau gudang milik pihak lain. Langkah ini diambil agar seluruh stok beras dapat tersimpan dengan baik dan tidak ada yang terbuang.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.254 unit gudang filial telah digunakan dengan total kapasitas riil mencapai 2.686.215 ton. Pemanfaatan gudang ini juga bertujuan agar stok beras tersebar merata di berbagai wilayah sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Berdasarkan data per 18 April 2026, posisi stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4.881.105 ton setara beras. Ramdhani menegaskan bahwa angka ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat nasional. Optimalnya keterisian gudang tersebut juga menjadi cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi dalam negeri dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Laporan : Agus Nugroho 

 

Loading

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *