Anggota Dewan Ardiansyah Didaulat Warga Perjuangkan Sarana Pendidikan Sekolah SMP di Balteng
Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Jum’at, 27 Oktober 2023 – Kegiatan Reses masa Sidang III tahun 2023, oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah, dilaksanakan di lingkungan RT 13, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Balikpapan Tengah, hari Jum’at 27 Oktober 2023.
Antusias warga menyampaikan berbagai keluhan dalam Reses ini, terutama masalah sarana pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, yang belum ada di Kecamatan Balikpapan Tengah.
Sehingga putra putri mereka kesulitan untuk mendaftar di sekolah Negeri, karena tidak masuk dalam zonasi.
Keberadaan SMP Negeri terdekat, bukan masuk di wilayah Balikpapan Tengah, melainkan masuk di Kecamatan Balikpapan Kota. Seperti SMPN 1, SMPN 2, SMPN 12. Kemudian di wilayah Balikpapan Utara terdapat SMPN 6 dan SMPN 22.
Calon peserta didik baru, atau calon Siswa yang berdomisili dari Balikpapan Tengah, sering mengalami kesulitan untuk masuk ke SMP Negeri.
“Di Balikpapan Tengah ini sama sekali tidak ada SMP Negeri, kasihan anak-anak kami yang ingin Sekolah negeri. Yang ada, hanya di Balikpapan Kota dan Balikpapan Utara,” ujar seorang warga bernama Joni.
Elsa, seorang warga juga mempertanyakan masalah pendidikan gratis yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran justru masih banyak pengeluaran yang di alami oleh orang tua Siswa.
“Sekarang ini pendidikan gratis dari pemerintah memang kita akui ada, tetapi kenyataannya, sering kali ada biaya yang diminta oleh pihak Sekolah, sedikit-sedikit biaya ini dan itu yang selalu membebani orang tua siswa,” Elsa terlihat kesal dan sedih.
Elsa mencontohkan, anaknya yang bersekolah di salah satu SMP Negeri, di wajibkan mengikuti lomba, namun biaya di bebankan kepada orang tua Siswa. Pada hal, sekolah yang mengadakan lomba tersebut.
“Seharusnya setiap kegiatan yang di adakan oleh sekolah, ya ditanggung oleh sekolah, jangan dibebankan kepada orang tua siswa. Contohnya, beberapa waktu lalu anak saya mengikuti lomba paduan suara di Balikpapan.
Biaya latihan semua dari orang tua, begitu dapat juara, pialanya siswa lagi yang di suruh bayar. Padahal membawa nama sekolah. Mohon pak Ardiansyah, tolong ini dibenerin sistem seperti ini,” pinta Elsa penuh harap.
Ardiansyah menanggapi dua keluhan warga tersebut. Dia mengatakan, untuk sistem zonasi SMP Negeri, bagi warga Balikpapan Tengah bukan berarti tidak ada, hanya saja kalah dekat. Karena sistem zonasi itu, siapa yang terdekat itulah yang diterima.
Ardiansyah menjelaskan, tidak lama lagi di wilayah Balikpapan Tengah akan dibangun SMP Negeri. Hanya saja, belum dapat dipastikan lokasinya.
“Hingga saat ini lokasi untuk pembangunan SMP Negeri di Balikpapan Tengah ada dua versi, di Jalan Joko Tole Sungai Ampal dan di Lapangan Tenis Manuntung.
Anggarannya sudah tersedia, tinggal membangun fisiknya. InsaAllah jika itu sudah dibangun, warga di Balikpapan Tengah tidak akan kesulitan lagi untuk menyekolahkan putra putrinya di SMP Negeri,” jelasnya.
Menanggapi masalah pungutan-pungutan sekolah yang dinilai membebani orang tua siswa, Ardiansyah menegaskan, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Balikpapan.
Bahkan Ardiansyah akan menindak lanjuti keluhan warga tersebut ke SMP Negeri di tempat anaknya bersekolah.
“Saya ikut prihatin mendengar keluhan pak Elsa, masa piala juga di bebankan kepada siswa. Seharusnya setiap lomba ditangani oleh dinas atau sekolah yang mengadakan, atau kalau memang sekolah itu tidak ada anggarannya, mungkin bisa saja minta kepada orang tua siswa, tapi jangan di patok.
Selanjutnya, warga juga mempertanyakan masalah kesulitan dalam meminta rujukan dokter di Puskesmas Mekarsari untuk ke dokter spesialis Rumah Sakit di saat orang tuanya sedang mengalami sakit.
Terkait hal itu, Ardiansyah juga langsung merespon baik. Dia mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti keluhan warga tersebut.
“Nanti saya langsung koordinasikan dengan Kepala Puskesmasnya. Rujukan itu wajib, dan tidak boleh dipersulit, nanti saya tanyakan langsung masalahnya apa,” ujar Ardiansyah serius.
Laporan : Yulsa Zena
