Pohuwato – Gorontalo, Baraberita.com – Rasa haru bahagia nampak pada raut wajah Ade Jesika Amelia Rohmat,siswi kelas X SMA Negeri 1 Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorotalo, setelah mendengar namanya dibacakan oleh panitia seleksi Paskibraka tingkat Nasional dalam hal ini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat di Gorontalo, Rabu tanggal tanggal 08 Mei 2024, menurut Rusni Nurlantika Nasution, S.Sos., M.M, Kabid Ideologi Wasbang & Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kabupaten Pohuwato, didampingi Effendi Hulopi, S.Pdguru pembina Paskibraka SMA Negeri 1 Randangan,
“Ada enam orang siswa siswi dari Kabupaten Pohuwato yang mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Gorontalo, Alhamdulillah Ade Jesika Amelia Rohmat lolos mengikuti seleksi di tingkat nasional di Jakarta, mereka ada empat orang dua pria dua putri, rencananya mereka berangkat tanggal 6 Juni mendatang.”
Masih menurut Rusni Nurlantika Nasution yang biasa dipanggil Chica, “Seleksi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya satu Provinsi hanya diwakili satu pasangan yang sudah diseleksi tingkat daerah dan tidak ada lagi seleksi di tingkat nasional namun tahun ini berubah setiap Provinsi mengirim dua pasangan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional, di tingkat nasional hanya satu pasangan yang dipilih, saya mohon dukungan doa warga Pohuwato untuk Ade Jesika Amelia Rohmat lolos seleksi tingkat nasional di Jakarta.” Pungkas Chica.
Ade Jesika Amelia Rohmat nama panggilannya Ade atau Jes, lahir di Desa Motolohu Kecamatan Randangan pada tanggal 21 Januari 2008, memiliki tinggi badan 167.1 Cm dan berat 59 kg, Ade saat ini duduk di kelas X SMA Negeri 1 Randangan Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorotalo, mempunyai hobi main Badminton dan bercita-cita ingin masuk AKPOL.
Ade menceritakan bahwa dia tertarik dengan Paskibraka sejak duduk di kelas 8 SMP Negeri 1 Randangan, tetang prestasi akademik Ade selalu peringkat kelas, Ade juga menyukai Ekskul Pramuka.
Kepada Baraberita.com Ade menjelaskan Dalam berlatih Paskibraka di sekolah Ade Jesika Amelia Rohmat dilatih oleh Komong Purna, Ni Made Putri Lestari, Muhamad Riski Adam, dari tangan para pelatih ini Ade bisa terbentuk, dukungan penuh juga datang dari Kepala Sekolah Rosna Jaelani, M.Pd, Kepala sekolah selalu memberikan dispensasi kepada Ade dan teman-temannya dalam mengikuti latihan, begitu juga dukungan penuh dari lingkungan keluarga kepada Ade untuk mengikuti kegiatan Paskibra dan Pramuka, yaitu paman Muhamad Taufik Abdullahdan
Tante Rena Datuamas,selalu mensupport segala kebutuhan Ade, sejak kecil Ade saat masih duduk di bangku sekolah TK ibunya Saida Saleh Meninggal dunia dari saat itu Ade dan kakaknya diasuh paman dan tantenya karena Ayahnya Suhadi Rohmat tidak hidup bersama mereka.