Walaupun Hidup Di Perbatasan Tapi Bukan Berarti Masyarakat Terbatas Untuk Menuntut Ilmu Dan Pendidikan
Walaupun Hidup Di Perbatasan Tapi Bukan Berarti Masyarakat Terbatas Untuk Menuntut Ilmu Dan Pendidikan Itulah Ungkapan dari para peserta Uji Kompetensi di Sebatik Nunukan
Sebatik Nunukan, BARABERITA.COM Senin, 22/04/2019 Tempat Ujian Kompetensi (TUK) hantaran LKP Roby perbatasan melaksanakan uji kompetensi kepada peserta ujian hantaran pengantin di Unit Pelaksana Tekhnik (UPT) satuan PNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sebatik di SMA Taruna Sungai Pancang, maksud dan tujuannya pelaksanaan TUK adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Sebatik di bidang hantaran pengantin untuk mendorong peningkatan perekonomian warga yang berada di Pulau Sebatik pada hari Senin, 22 April 2019.
Acara tersebut di hadiri oleh kepala Unit Pelaksana Tekhnik (UPT) dinas pendidikan Sebatik selaku yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan dari satuan PNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sebatik,ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan ketua TUK hantaran Roby perbatasan.
Terkait uji kompetensi, ketua tempat uji kompetensi (TUK) hantaran Roby perbatasan, Harcungcung mengatakan kepada peserta uji kompetensi bahwa walaupun kita hidup dan berada di perbatasan namun semangat dan tekad kami tidak pernah terbatas untuk memberikan pendididkan kepada seluruh masyarakat yang beradadi Pulau Sebatik, dia berhara kedepannya akan lebih baik lagi dan terus berkembang sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian warga Sebatik.
Dalam acara uji kompetensi yang di laksanakan di SMA Taruna desa Sei Pancang, Harcungcung selaku ketua TUK hantaran Roby perbatasan, panitia penyelenggara mengundang Dra. Sri Purnawati selaku ketua lembaga sertifikasi (LSK Hantaran) dari Jakarta, untuk mengawasi dan menguji para peserta uji kompetensi hantaran.
Pelaksanaan uji kompetensi hantaran tersebut,di ikuti beberapa warga masyarakat yang berdomisili di desa Sei Pancang dan beberapa warga desa yang ada di Pulau Sebatik. Bagi sebagian peserta faktor umur bukan hal yang membatasi mereka untuk menimba ilmu pengatahuan dan pendidikan.
Seperti yang dikatakan salah satu peserta uji kompetensi, Hasnawi yang berdomisili di desa Sei Manurung mengatakan, dia beserta rekan-rekan peserta lain sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut, menurutnya ilmu yang di dapat di uji kompetensi sangat bermanfaat bagi mereka.karna selain untuk mendapatkan ilmunya bisa juga membantu untuk peningkatan ekonomi warga.
Para peserta sangat bersyukur,karna selain mengikuti uji kompetensi,mereka juga telah menyelesaikan paket C.dan sebagian dari merka berniat untuk melanjutkan kuliah di universitas yang ada di kabupaten Nunukan. agar kedepannya bisa berguna dan berbakti kepada negara yang kita cintai ini ungkapnya.
Laporan : Asrudi


