Rahmatia Anggota DPRD Balikpapan Gembira & Optimis, KSBN Mampu Menjadi Motor Penggerak Gairah Budaya Lokal

Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Selasa, 22/11/2022 – Seperti halnya para koleganya di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Rahmatiah juga turut menyambut baik kehadiran Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kaltim di kota Balikpapan sebagai salah satu leading sektor upaya pemajuan kebudayaan lokal.
“Saya sangat gembira KSBN Balikpapan bisa bertandang ke DPRD Balikpapan. Kami akan dukung sesuai dengan kemampuan dan fungsi yang kami miliki untuk memajukan kebudayaan kota Balikpapan khususnya” kata Rahmatiah Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan saat menerima audiensi KSBN Balikpapan di ruang rapat gabungan DPRD, Selasa, 22 Nopember 2022.
Rahmatiah nampak fasih bercerita tentang perkembangan budaya. Ia menceritakan bahwa dalam perkembangan dunia modern saat ini, kebudayaan yang lahir akibat peradaban modern lebih cepat berkembang. Akibatnya, harus diakui bahwa budaya lokal menghadapi tantangan yang sangat besar, harus bersaing dengan budaya modern apalagi di masa depan.
“Saya harap KSBN harus mengakomodir semua etnis yang ada di Balikpapan khususnya. Dihidupkan semua menjadi satu, Kalimantan Timur,” ujar Rahma, wanita yang tetap cantik diusia yang tidak muda lagi.
Menurut Wanita politisi Partai Gerindra ini, KSBN perlu mendapat dukungan penuh semua pihak untuk bisa bersinergi membangun dan menggairahkan budaya lokal Kaltim, menjadi budaya yang bisa disenangi rakyat Kaltim, khususnya kalangan remaja dan anak. KSBN ini sangat dibutuhkan untuk melestarikan kebudayaan Nusantara yang ada di Kaltim.
“Ini tugas kita bersama, harus bisa menggairahkan dan melestarikan kebudayaan lokal Kaltim, yang berkait dengan kedaulatan bangsa” tambah Rahmatiah, kian terlihat ayu saat tersenyum.
KSBN adalah organisasi yang lahir karena amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan, yang diikuti kemudian oleh Peraturan Pemerintah nomor 87 tahun 2021, untuk menginventarisasi segala macam bentuk budaya di Indonesia, khususnya di kota Balikpapan Kalimantan Timur.
Laporan : Yulsa Zena 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *