Kapolres Minta Soliditas Umat Beragama di Buleleng Bali Tetap Dijaga

Buleleng – Bali, Baraberita.com – Jum’at, 20/08/2021 – Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, mengajak seluruh pimpinan agama tetap menjalin hubungan saling menghargai satu sama lain dan menjaga soliditas antarumat beragama di Kabupaten Buleleng.

Itu disampaikan Kapolres saat melalukan silahturahmi dengan FKUB Kabupaten Buleleng, Kamis (19/08/2021) malam. Pada kesempatan itu Kapolres memperkenalkan diri selaku Kapolres Buleleng yang baru melaksanakan serah terima pada tanggal 04 Agustus 2021.

Apresiasi dari Kapolres Buleleng terhadap kerukunan umat beragama di Buleleng dalam satu wadah FKUB yang seluruh pengurusnya terlihat sangat akrab dalam pertemuan dengan Kapolres Buleleng tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua FKUB Kabupaten Buleleng yang juga selaku Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Ketua MDA Kabupaten Buleleng, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buleleng yang merupakan Wakil FKUB Kabupaten Buleleng, Penasehat MUI Kabupaten Buleleng dan anggota FKUB Kabupaten Buleleng (Walubi, MUI, Gereja Paroki Santo Paulus, MPUK).

AKBP Andrian Pramudianto juga menyampaikan, dalam pertemuan tersebut tentang situasi pandemi Covid-19, beberapa masyarakat yang terkonfirmasi Covid- 19 berasal dari klaster kegiatan keagamaan yang menghadirkan banyak masyarakat dan menimbulkan kerumunan.

Kapolres berharap kepada seluruh pengurus dan pimpinan agama untuk berpartisipasi mengajak seluruh umatnya menaati prokes Covid-19 dengan ketat sesuai dengan Surat Edran Gubernur Bali.

Sementara Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dr. I Gde Made Metera, menyampaikan, dalam salah satu lontar/sastra dresta, pada suasana dan kondisi masih adanya wabah segala jenis upacara bisa ditiadakan. Kalau wabah itu sudah mereda upacara bisa dilaksanakan. Itu berarti segala upacara pelaksanaannya ditunda sepanjang masih ada wabah penyakit yang sekarang ini adalah virus Covid-19.

“Diharapkan kepada Pinandita, Ida Bawati, Jro Gede dan Jro Mangku yang biasa dimintai konsultasi oleh warga pada saat akan menyelenggarakan upacara agama disarankan untuk menunda pelaksanaannya. Kalaupun tidak bisa ditunda agar diselenggarakan yang paling sederhana nistaning niste yang melibatkan beberapa orang dan sehari sebelum upacara para peserta melaksanakan antigen berbasis PCR,” tambahnya.

Kapolres Buleleng menambahkan, bilamana ada warga masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 diharapkan kepada seluruh pimpinan agama se- Kabupaten Buleleng untuk berperan aktif mengajak warga yang terkonfirmasi melaksanakan Isoter. Karena penanganan di tempat Isoter disediakan tim medis, serta selama ini yang terkonfirmasi Covid-19 di tempat isoter hampir semuanya sembuh, ujar Kapolres.

Laporan : Budi Abenk

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *