4 Mei 2026

KEK Kura Kura Bali Dikembangkan Jadi Pusat Keuangan Internasional, Pemerintah Matangkan Regulasi Pendukung

0
image (4)

JAKARTA – Baraberita.com – Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun berbagai langkah strategis untuk menjadikan Pulau Bali sebagai pusat keuangan berskala internasional atau yang dikenal dengan sebutan International Financial Center (IFC). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan keuangan dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa salah satu lokasi yang dipersiapkan dan pengembangannya sedang dipercepat adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Kawasan tersebut dinilai memiliki berbagai keunggulan sehingga ditetapkan sebagai salah satu lokasi potensial untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus yang bergerak di sektor keuangan di wilayah Bali.

“Jadi apa yang ditawarkan oleh KEK Kura Kura Bali sebagai lokasi pusat keuangan internasional nantinya akan dibahas dan dibicarakan secara langsung bersama dengan Danantara,” ujar Menko Airlangga saat memberikan keterangan pada hari Senin, 4 Mei 2026.

Dalam rangka mewujudkan rencana besar tersebut, pemerintah saat ini juga sedang mematangkan berbagai peraturan dan perundang-undangan yang akan menjadi landasan hukum pembentukan kawasan ekonomi khusus berbasis keuangan di Pulau Dewata tersebut.

Kerangka regulasi yang sedang disusun dirancang secara komprehensif agar mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pendirian pusat keuangan internasional. Mulai dari pengaturan skema pengelolaan kawasan hingga penyediaan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, disusun sedemikian rupa agar mampu menarik minat para investor dan pelaku usaha dari berbagai negara di dunia.

Selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun atau BUPP KEK Kura Kura Bali, PT Bali Turtle Island Development (BTID) memaparkan sejumlah keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut. Salah satu nilai lebih yang menjadi andalan adalah ekosistem Knowledge District yang dinilai sangat strategis sebagai lokasi pengembangan kawasan ekonomi khusus sektor keuangan.

Kawasan ini dikembangkan dengan konsep pembangunan ekosistem inovasi yang terintegrasi secara menyeluruh. Konsep tersebut diwujudkan dengan cara mengoptimalkan segala potensi yang ada, mulai dari pengetahuan, sistem pendidikan, hingga kualitas sumber daya manusia yang ada, yang semuanya akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali.

Selain aspek pengembangan sumber daya manusia, KEK Kura Kura Bali juga menyiapkan ekosistem pendukung lain yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran operasional pusat keuangan internasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Business Hub yang dirancang sebagai titik temu utama berbagai program strategis, salah satunya adalah program Global Blended Finance Alliance atau GBFA.

Selain berfungsi sebagai pusat pertemuan keuangan, lokasi tersebut juga akan menaungi lembaga pendidikan bisnis serta menjadi pintu gerbang bagi berbagai jalur investasi unggulan yang tersedia di wilayah Indonesia. Hal ini diharapkan mampu menciptakan rantai nilai ekonomi yang saling terhubung dan saling menguntungkan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Ekosistem Knowledge District tersebut nantinya juga akan diperkuat dengan kehadiran Pusat Kewirausahaan dan Inovasi. Fasilitas ini dirancang menjadi wadah penyelenggaraan pendidikan berkualitas, salah satunya adalah keberadaan sekolah berkonsep antar budaya, yaitu ACS Bali, yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain bidang pendidikan, kawasan ini juga mengembangkan riset berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan pesisir melalui keberadaan International Mangrove Research Center atau IMRC. Pusat penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pelestarian alam sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan akademisi dan peneliti dunia.

Ke depannya, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan terus dilanjutkan dengan menyelesaikan sejumlah proyek strategis yang telah direncanakan dan ditargetkan rampung pada tahun 2026. Hingga triwulan pertama tahun yang sama, kawasan ini telah mencatat realisasi investasi yang cukup signifikan, yaitu mencapai nilai sebesar Rp.1,62 triliun.

Dampak positif dari keberadaan kawasan tersebut juga terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. Hingga periode yang sama, tercatat sebanyak 2.146 orang telah mendapatkan kesempatan bekerja dan berkarya di berbagai sektor kegiatan yang beroperasi di dalam kawasan ekonomi khusus tersebut.

Selain membahas perkembangan KEK Kura Kura Bali, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan terbaru dari KEK Sanur. Ia menjelaskan bahwa fokus pengembangan kawasan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata kesehatan atau health tourism. Pengembangan ini dilakukan guna mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan utama layanan kesehatan berkualitas kelas dunia.

Salah satu fasilitas andalan yang telah beroperasi dan memberikan kontribusi nyata adalah Bali International Hospital atau BIH. Rumah sakit ini mulai melayani masyarakat sejak bulan April 2025 dan menyediakan berbagai jenis layanan medis yang ditangani oleh tenaga-tenaga spesialis yang berkompeten di bidangnya.

Hingga triwulan I tahun 2026, tercatat jumlah kunjungan pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan tersebut mencapai 14.950 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 persen di antaranya merupakan warga negara asing, sedangkan sisanya sebesar 40 persen adalah warga negara Indonesia.

Selain rumah sakit utama, di kawasan yang sama juga tengah dipersiapkan kehadiran The Solitaire Clinic. Klinik ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2026 mendatang dengan menawarkan berbagai layanan unggulan, di antaranya bedah kosmetik, perawatan kecantikan medis, pembentukan bentuk tubuh, penanaman rambut, hingga terapi sel punca untuk perawatan anti-penuaan.

Secara keseluruhan, hingga triwulan pertama tahun 2026, KEK Sanur telah membukukan capaian yang cukup membanggakan. Nilai realisasi investasi yang masuk ke kawasan ini tercatat sebesar Rp.5,37 triliun, dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebanyak 5.444 orang, serta mampu menarik kunjungan wisatawan mencapai angka 279.804 orang.

“Berbagai capaian yang telah diraih tersebut semakin menegaskan peran strategis yang dimiliki oleh KEK Kura Kura Bali maupun KEK Sanur. Keduanya menjadi penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi,” pungkas Menko Airlangga mengakhiri penjelasannya.

Laporan : Arimin Imin 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!