BMKG Catat 1.483 Titik Panas di Kalimantan Barat, Polda Imbau Warga Waspada Karhutla
Pontianak – KALBAR – Baraberita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.483 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam pemantauan selama 24 jam terakhir. Pemantauan tersebut dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026.
Jumlah titik panas yang tercatat menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Kondisi cuaca yang panas serta curah hujan yang masih rendah dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Menyadari potensi bahaya yang mengancam, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Seluruh warga diajak untuk bersatu menjaga lingkungan dari potensi kebakaran yang dapat merugikan bersama.
Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan setiap kali menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan. Langkah pelaporan sejak dini dinilai sangat penting agar api dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol. Bambang Suharyono, menyampaikan ajakan tersebut dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan memerlukan kerja sama yang erat antara pihak kepolisian dengan masyarakat luas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” ujar Bambang.
Selain soal kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Penggunaan masker sangat disarankan, terutama saat kualitas udara menurun akibat kepulan asap.
“Masyarakat dapat menghubungi Pusat Panggilan Layanan 110 Polda Kalimantan Barat atau mendatangi kantor kepolisian sektor terdekat jika menemukan titik api maupun membutuhkan bantuan kepolisian,” tambahnya.
Setiap laporan yang disampaikan masyarakat dianggap sangat berharga bagi petugas. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama agar penanganan kebakaran dapat dilakukan sejak dini dan berjalan dengan cepat serta tepat sasaran.
Laporan : Muhamad Yusni
