22 April 2026

Bentrokan Antar Warga Desa Lewonara & Bele Flores Timur Diredam TNI – Polri, Anak-anak Sekolah Dievakuasi

0
image_750x_69aa87f18aca0

Flores Timur – NTT – Baraberita.com – Personel gabungan TNI dari Koramil dan Polri dari Polsek Adonara Timur telah bergerak cepat melakukan pengamanan dan langkah preventif guna meredam bentrokan antarwarga Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, pada Jum’at (06/03/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan di wilayah perbatasan kedua desa. Perselisihan yang awalnya hanya ketegangan akhirnya berujung pada perselisihan fisik antar kelompok warga. Kejadian yang terjadi pada hari itu langsung ditangani oleh aparat kewilayahan dengan berbagai langkah pengamanan untuk mencegah konflik meluas.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, SIK. menjelaskan bahwa aparat TNI–Polri segera turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya ketegangan antarwarga.

“Begitu menerima informasi, personel TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah-langkah preventif guna menghentikan kontak fisik antar kelompok warga,” ujar Kapolres.

Dalam penanganan situasi tersebut, aparat melakukan penyekatan massa, perlindungan terhadap warga rentan, serta penebalan personel di sejumlah titik rawan. Semua langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat, aparat keamanan juga melakukan langkah kemanusiaan dengan mengevakuasi anak-anak sekolah yang masih berada di sekitar lokasi konflik.

Personel Polsek Adonara Timur melakukan penjemputan langsung terhadap anak-anak yang belum dijemput oleh orang tua mereka. Saat ini, anak-anak tersebut untuk sementara diamankan di Mapolsek Adonara Timur guna memastikan keselamatan mereka dari dampak konflik yang terjadi.

Selain itu, personel Polsek Adonara Timur bersama Koramil juga bersiaga di titik-titik rawan. Tugas mereka adalah untuk memutus potensi pertemuan antar massa serta mencegah meluasnya konflik ke wilayah lain.

Aparat keamanan juga telah menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa. Komunikasi ini dilakukan untuk meredakan situasi serta mencegah adanya provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Kapolres Flores Timur menambahkan bahwa personel tambahan dari Polres Flores Timur saat ini sedang menuju lokasi. Kedatangan personel tambahan bertujuan untuk memperkuat pengamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Personel tambahan dari Polres Flores Timur sedang dalam perjalanan menuju Adonara Timur untuk memperkuat pengamanan di lokasi serta memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak Kepolisian juga akan memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak. Pertemuan tersebut akan melibatkan Pemerintah Daerah serta tokoh adat guna mencari solusi terbaik atas sengketa lahan yang menjadi pemicu konflik.

Di samping itu, aparat Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan menyeluruh. Tujuan penyelidikan adalah untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya bentrokan serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi bagi kami, tegas Kapolres. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan anak-anak berada dalam kondisi aman serta massa dapat menarik diri dari lokasi konflik.

Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, mohon untuk mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada TNI–Polri bersama pemerintah daerah.

Laporan : Melkyanus Rearaja 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *