8 Juni 2026

Aksi Hari Al-Quds Sedunia di Balikpapan: Ratusan Massa Suarakan Dukungan untuk Palestina dan Penolakan Agresi AS-Israel

0
IMG-20260313-WA0014

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Jum’at, 13 Maret 2026 menjadi hari yang penuh semangat bagi warga Balikpapan yang peduli dengan nasib bangsa Palestina. Pada sore hari itu, tepat pukul 15.00 Wita, aksi Hari Al-Quds Sedunia digelar di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota. Aksi ini diinisiasi oleh Balikpapan Peduli Palestina Aliansi Nasional Anti Zionis, dan dihadiri oleh ratusan massa serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Sebelum berkumpul di lokasi utama, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di Taman Bekapai pada pukul 15.40 Wita. Setelah persiapan selesai, mereka mulai bergerak menuju Kantor DPRD Kota Balikpapan pada pukul 15.52 Wita. Pergerakan massa ini berjalan lancar karena dikawal langsung oleh petugas Satlantas Polresta Balikpapan, sehingga tidak terjadi gangguan lalu lintas yang berarti.

Tiba di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada pukul 16.05 Wita, massa segera mengatur posisi dan mempersiapkan rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Suasana di lokasi aksi terlihat penuh semangat namun tetap tertib, dengan berbagai alat peraga yang dibawa oleh para peserta aksi untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Pada pukul 16.16 Wita, kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama oleh seluruh massa aksi. Suara mereka bergema dengan lantang, menunjukkan rasa cinta tanah air sekaligus solidaritas yang tinggi terhadap bangsa Palestina. Setelah itu, pada pukul 16.17 Wita, dilanjutkan dengan pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pengingat akan prinsip-prinsip kemerdekaan dan penolakan terhadap penjajahan.

Rangkaian kegiatan kemudian masuk ke sesi orasi yang dimulai pada pukul 16.20 Wita. Berbagai tokoh dan perwakilan massa aksi naik ke panggung untuk menyampaikan pesan-pesan solidaritas, penolakan terhadap agresi, dan tuntutan akan keadilan bagi bangsa Palestina. Orasi-orasi ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh massa yang hadir.

Salah satu orator, Ali Asgor dari Balikpapan Peduli Palestina, menegaskan bahwa mereka akan terus menyuarakan kemerdekaan Palestina sampai tujuan tersebut tercapai. Ia juga mengingatkan massa untuk saling menjaga keamanan selama aksi berlangsung dan waspada terhadap adanya penyusup yang mungkin mengganggu kelancaran kegiatan.

Doni Kusuma, dalam orasinya, menekankan pentingnya memiliki hati nurani dan tidak boleh berdiam diri melihat penderitaan bangsa Palestina. Ia menyebutkan bahwa penjajahan yang masih terjadi di abad ke-21 ini adalah hal yang tidak pantas dibiarkan, dan Indonesia sebagai bangsa yang anti-penjajahan harus berdiri di sisi keadilan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Tokoh masyarakat Kota Balikpapan, Ustadz Ir. H. Nurdin Ismail, menyatakan bahwa kehadiran massa dalam aksi ini merupakan amal saleh dan pemihakan kepada kebenaran. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan beradab yang anti-penjajahan, sehingga wajib mendukung saudara-saudara di Palestina untuk segera merdeka. Ia juga mengutuk kesombongan Amerika dan Zionis Israel yang terus melakukan agresi.

Ahmad Rosyidi, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan sekaligus Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan yang dilakukan oleh musuh-musuh Palestina, termasuk Donald Trump dan sekutunya. Ia juga mengajak massa untuk membaca Surat Al-Fil sebagai bentuk semangat dan doa untuk kemenangan bangsa Palestina.

Selain orasi, kegiatan juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Sarah. Puisi yang dibacakan menceritakan tentang penderitaan anak-anak Palestina yang tumbuh di tengah reruntuhan dan bom, serta harapan-harapan sederhana mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan damai. Puisi ini menyentuh hati seluruh massa yang hadir dan semakin memperkuat rasa solidaritas mereka.

Muhammad Bilfagih, dalam orasinya, menyebutkan bahwa warga Balikpapan sudah selama 22 tahun terus menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Ia juga mengingatkan tentang sejarah di mana bangsa Palestina pernah mendukung kemerdekaan Indonesia, sehingga saat ini giliran Indonesia untuk membalas budi dengan mendukung kemerdekaan Palestina.

Alamsyah Kaharuddin Manu, Ketua Kumail Balikpapan, mengajak seluruh warga Balikpapan, Indonesia, dan dunia untuk bersatu menyuarakan penolakan terhadap penjajahan Israel. Ia menegaskan bahwa selama penjajah masih berdiri, mereka akan terus berjuang dan berdiri bersama Palestina sampai merdeka. Ia juga mengkritik upaya normalisasi yang dianggap sebagai kedok perdamaian dan mengingatkan pejabat pemerintah untuk tidak mengkhianati konstitusi dan darah pahlawan.

Pada pukul 16.56 Wita, massa aksi melakukan aksi simbolis dengan membakar patung BAAL 666 serta bendera Amerika dan Israel. Aksi ini merupakan bentuk penolakan yang tegas terhadap agresi dan kebijakan yang dianggap merugikan bangsa Palestina. Setelah itu, pada pukul 17.23 Wita, Anggota DPRD Kota Balikpapan Fraksi PKS, Japar Sidi, S.E., hadir dan menandatangani spanduk petisi dukungan untuk Iran dan Palestina serta penolakan terhadap agresi Amerika dan Zionis Israel.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pernyataan sikap oleh massa aksi pada pukul 17.28 Wita, yang kemudian ditutup dengan pembacaan doa pada pukul 17.38 Wita. Setelah doa selesai, massa aksi mulai bersiap untuk meninggalkan lokasi. Pada pukul 17.45 Wita, mereka bergeser kembali menuju Taman Bekapai dengan dikawal oleh Satlantas Polresta Balikpapan, dan seluruh kegiatan aksi berakhir pada pukul 18.05 Wita dalam keadaan aman dan lancar.

Selama aksi berlangsung, tercatat sebanyak 160 orang massa yang hadir, terdiri dari 42 laki-laki, 63 perempuan, dan 55 anak-anak. Mereka membawa berbagai alat peraga seperti sound system, genset, kendaraan truk dan pick up, berbagai jenis bendera, foto tokoh-tokoh, botol bensin, miniatur rudal mainan, dan 25 buah spanduk dengan berbagai tulisan yang menyuarakan aspirasi mereka. Kehadiran massa dan alat peraga ini menunjukkan betapa besarnya perhatian warga Balikpapan terhadap nasib bangsa Palestina dan keinginan mereka untuk melihat terwujudnya keadilan dan kemerdekaan di tanah Palestina.

Laporan : OBID SETYAWAN 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!