8 Juni 2026

20 Ribu Anak Putus Sekolah Kembali Bersekolah Melalui Program Sekolah Rakyat Kemensos

0
image

JAKARTA – Baraberita.com – Sebanyak 20 ribu anak yang sebelumnya putus sekolah telah kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Capaian ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam menjangkau kelompok anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet). Dalam postingan itu, disebutkan bahwa silaturahmi yang dilakukan Menteri Sosial sekaligus menjadi momen untuk melaporkan perkembangan terkini dari program Sekolah Rakyat kepada publik.

“Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah,” tulis unggahan tersebut pada Jum’at (13/03/2026). Kalimat tersebut menegaskan keberhasilan tahap awal program yang digulirkan pemerintah ini dalam menjawab tantangan pendidikan di Indonesia.

Tidak hanya mendapatkan akses pendidikan formal, para anak yang tergabung dalam program ini juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang kesejahteraan. Di antaranya adalah tempat tinggal yang layak, penyediaan makanan yang teratur, pemenuhan kebutuhan gizi, serta jaminan kesehatan yang menyeluruh.

Program Sekolah Rakyat dijalankan sebagai upaya konkret pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak usia sekolah tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak. Pemerintah berkomitmen untuk tidak membiarkan potensi anak-anak bangsa terbuang hanya karena keterbatasan akses atau kondisi ekonomi.

Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yaitu sebagai bagian dari strategi pemerintah agar anak-anak usia sekolah dapat memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan. Pendidikan dipandang sebagai hak dasar yang harus dipenuhi, terlepas dari latar belakang sosial dan ekonomi masing-masing individu.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menaruh perhatian besar terhadap persoalan anak-anak yang tidak dapat bersekolah. Ia berupaya keras agar tidak ada lagi anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah tetapi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Selain itu, Presiden juga mendorong upaya agar anak-anak tidak harus hidup dan mencari nafkah di jalanan. Kondisi tersebut dianggap tidak hanya menghambat masa depan anak, tetapi juga membahayakan keselamatan dan perkembangan fisik serta mental mereka.

“Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah, serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan,” demikian pernyataan yang mencerminkan visi kepemimpinan beliau dalam bidang sosial dan pendidikan.

Ke depannya, program Sekolah Rakyat direncanakan akan terus ditingkatkan skalanya setiap tahun. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menyeluruh bagi perkembangan generasi muda Indonesia di berbagai wilayah.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan unggulan dari Presiden Prabowo yang dirancang sebagai sekolah berasrama gratis. Konsep ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan melalui penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi mereka yang membutuhkan.

Secara khusus, program ini menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, dan kelompok rentan di seluruh Indonesia. Dengan pendekatan yang menyeluruh, pemerintah berharap dapat memberikan harapan baru dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dari kelompok tersebut.

Laporan : Naila Abraara 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!