Kakorlantas: Operasi Patuh 2026 Pendekatan Humanis Jadi Fokus, Penindakan Tetap Tegas untuk Keselamatan
JAKARTA – Baraberita.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan pelaksanaan Operasi Patuh 2026 akan mengutamakan pendekatan yang humanis, preventif, serta edukatif. Langkah ini diambil sebagai upaya utama untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat akan pentingnya tertib dan aman saat berada di jalan raya.
Meski berlandaskan pendekatan yang mengedepankan pembinaan, pihaknya menegaskan Korlantas Polri tetap akan menegakkan aturan hukum secara tegas. Penindakan keras akan dilakukan khususnya terhadap segala bentuk pelanggaran yang terbukti berpotensi besar menimbulkan risiko fatal hingga kecelakaan lalu lintas yang merugikan.
“Prinsip utama kegiatan kami adalah mengutamakan pendekatan humanis, preventif, serta edukasi. Namun, terhadap pelanggaran tertentu yang sangat berbahaya, kami tidak dapat berkompromi dan harus bertindak tegas,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangan pers.
Ia mencontohkan beberapa jenis pelanggaran yang masuk dalam prioritas penindakan tegas, antara lain pengendara yang melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan helm pelindung sesuai standar, hingga kebiasaan memegang atau menggunakan gawai saat sedang mengemudikan kendaraan.
Selain itu, berbagai tindakan melanggar aturan lain yang secara langsung membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain juga akan menjadi fokus pengawasan dan penanganan petugas di lapangan.
Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan Operasi Patuh ini tidak bertujuan semata-mata untuk melakukan penindakan atau penertiban secara fisik dan administratif saja. Ada tujuan lebih besar yang ingin dicapai melalui rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis tersebut.
Tujuan mendasar dari operasi ini adalah membangun serta menanamkan budaya tertib berlalu lintas yang kuat dan menyatu dalam kebiasaan sehari-hari masyarakat luas. Kesadaran akan aturan diharapkan tumbuh dari diri sendiri, bukan hanya karena adanya pengawasan petugas.
Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas yang bertugas di lapangan akan lebih banyak mengedepankan kegiatan edukasi serta pendekatan yang bersifat persuasif dan mengajak. Komunikasi yang baik akan dibangun antara petugas dan masyarakat agar pesan keselamatan mudah diterima.
Petugas akan menjelaskan secara rinci risiko dan dampak dari setiap pelanggaran, sehingga masyarakat dapat memahami alasan di balik setiap aturan yang berlaku di jalan raya. Pemahaman yang benar diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku berkendara secara permanen.
Dengan strategi pelaksanaan yang seimbang antara pembinaan dan penegakan hukum, Korlantas Polri berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat terus menurun. Hal ini sekaligus menjadi langkah nyata menuju terciptanya suasana berlalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi semua pihak.
Laporan : Mohammad Sarujih
