Diduga Bunuh Diri Akibat Perselisihan Rumah Tangga, Nelayan di Ampana Kota Ditemukan Tergantung di Rumahnya
Touna – SULTENG – Baraberita.com – Warga Jalan Cakalang, Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, mendapatkan kejutan pagi pada Selasa (24/03/2026) setelah menemukan sesosok mayat laki-laki yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Korban yang berinisial AB berusia 28 tahun merupakan seorang nelayan yang tinggal di lokasi tersebut. Penemuan pertama kali dilakukan oleh istrinya sendiri sekitar pukul 06.00 WITA.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas piket Polsek Ampana Kota bersama tim identifikasi dari Polres Tojo Una-Una segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan informasi dari saksi yaitu istri korban, peristiwa ini diduga berasal dari perselisihan rumah tangga yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Sekitar pukul 01.00 WITA dini hari, terjadi adu mulut antara keduanya terkait rencana korban yang ingin menggadaikan ponsel yang dimiliki istri.
Setelah pertengkaran tersebut, korban sempat keluar dari rumah. Namun, sesuai dengan keterangan tetangga sekitar, korban terlihat masih beraktivitas di kawasan sekitar rumahnya sekitar pukul 04.00 WITA, demikian penjelasan Kapolsek Ampana Kota AKP Maryanto.
Kejadian puncak terjadi ketika istri korban terbangun dan menemukan suaminya dalam kondisi tergantung di pintu tengah rumah. Korban menggunakan selembar sarung sebagai alat untuk menggantung diri.
Dalam keadaan panik, istri korban segera memotong sarung tersebut dan menempatkan korban di atas lantai sebelum meminta bantuan kepada keluarga serta warga sekitar.
Pihak kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan Puskesmas Ampana Barat untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Oleh karena itu, kejadian ini diduga murni merupakan bunuh diri, tambah AKP Maryanto.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menyampaikan telah mengikhlaskan kepergian sang keluarga dan juga menolak untuk melakukan proses autopsi lebih lanjut.
Setelah selesai dilakukan pemeriksaan medis, Kapolsek Ampana Kota secara simbolis menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses semayam.
Jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman setempat setelah dilakukan salat Zuhur pada siang hari yang sama, demikian penutupan dari AKP Maryanto.
Laporan : Bambang Hermanto
