Camat Risman Abdul, S.Sos, Pakai Peci Dampingi Rombongan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, DR. Soeharso Monoarfa
Penajam Paser Utara – Kaltim, Baraberita.com – Sabtu, 19/02/2022 – Sejak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Mencanangkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan pada tanggal 29 April 2019, pada saat itu Presiden mengakui tidak mudah untuk memindahkan Ibu Kota Negara “Tapi saya meyakini Insya Allah dari awal kita persiapkan dengan baik, maka gagasan besar ini bisa kita wujutkan,” Kata Presiden dimasa Pemerintahannya, ia pertama kali memunculkan ide pemindahan ibu kota pada April 2017.
Ketika itu Presiden memerintahkan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, DR. Bambang Brodjonegoro, untuk mengkaji ide yang diakui sejak lama ada bahkan sejak era Presiden Ir. Soekarno. Kajian tersebut rampung dan diprensentasikan pada rapat terbatas.
Camat Risman Abdul, S. Sos Bersama Gubernur Kaltim DR. Ir. H. Isran Noor, M.Si, saat Berkunjung ke Sepaku PPU
Berdasarkan hasil kajian dengan mempertimbangkan kondisi Jakarta, maka pada 29 April 2019 Presiden menyampaikan pada rapat kabinet terbatas akan tetap melanjutkan proses pemindahan IKN. Mendengan penyampain Presiden, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, DR. Soeharso Monoarfa segera membentuk tim yang diketuai sendiri DR. Soeharso Monoarfa, setelah itu Presiden Jokowi bersama tim datang ke Kalimantan, awalanya pilihan Presiden Jokowi adalah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dari Kabupaten Katingan Presiden dan Tim IKN kembali ke Jakarta untuk menganalisa hasil kunjungan dan kerja tim di Kabupaten Katingan, hanya berselang berapa minggu kemudian Presiden bersama TIM IKN dan Sejumlah Menteri mendatangi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara(Kukar) Provinsi Kalimantan Timur dan saat itu juga Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara disetujui Presiden Jokowi jadi lokasi pemindahan IKN.
Camat Risman Abdul, S.Sos, Bersama DR. Fadel Mohammad, Wakil Ketua MPR RI, Saat Berkunjung ke Sepaku Penajam Paser Utara
Setelah melalui proses dan tahapan kajian serta pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI lahirlah Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN). Lepas dari semua proses dan tahapan pemindahan IKN diatas, Ada tiga sosok putera Gorontalo yang berperan aktif, pertama DR.Soeharso MonoarfaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, putera Gorontalo sudah lama berkiprah di Ibu Kota, kedua DR. Fadel Mohammad, Wakil Ketua MPR RI, Fadel yang manatan Gubernur Gorontalo dua periode dan saat ini duduk di MPR RI mewakili Provinsi Gorontalo, ketiga Risman Abdul, S.Sos, Camat Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Risman Abdul adalah putera Gorontalo asal Limboto yang merantau ke Kalimantan untuk mengadu nasib, bermodalkan Ijazah SMA pada tahun 1989 Risman mengawali karier di Dinas Kehutanan, saat itu Kecamatan Penajam masih bergabung dengan Kotamadya Balikpapan.
Setelah terangkat jadi PNS Risman Abdul langsung melanjutkan studi atau kuliah, dari sini Risman mulai banyak mengenal pejabat yang berkunjung ke Kecamatan Penajam dan akhirnya Penajam pisah dari Kota Balikpapan dan menjadi Kabupaten Penajam Paser Utara, disini Risman sudah menempati jabatan dan terakhir saat ini sebagai Camat Sepaku titik nol IKN, Camat Risman menyampaikan kepada Arimin J. Wumu PemredBaraberita.com “ Alhamdulilah, Bung Arimin,sejak bapak Presiden IR. H. Joko Widodo, canangkan IKN pindah ke Penajam Paser Utara, Kecamatan kami jadi tujuan para pejabat dari Presiden, Wapres, Menteri, Kapolri, Panglima TNI, Duta Besar, Anggota DPR RI, Anggota MPR RI dan dari Departemen bahkan paling banyak yang datang adalah para pengusaha.” Ujar Risman
Pemred Baraberita.com sempat bertanya, “Apakah Camat Risman selama jadi ASN pernah pulang Limboto Gorontalo ? “ Ya.. pasti karena orang tua masih di sana, biasanya saya pulang dua tahun sekali ambil cuti, namun sudah tiga tahun ini saya tidak pulang sebab rencana mau pulang lebaran tahun 2020 terhalang dengan bencana Covid – 19, kita berdoa semoga wabah ini segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti sediakala.” Tutup Risman