Seorang Pria Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Saat Hendak Shalat Magrib di Anggana

Kukar – KALTIM – Baraberita.com -Seorang pria bernama H. Rusmadi (62), warga RT 023 Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di pinggir Jalan Poros Samarinda–Anggana, tepatnya di wilayah Sungai Purun, pada Sabtu (17/05/2025) sekira pukul 18.15 WITA.
Korban ditemukan tak lama setelah azan Magrib berkumandang, diduga hendak berjalan menuju Mushola Al-Munawwarah untuk menunaikan ibadah salat Magrib. Menurut informasi dari pihak Kepolisian, korban sempat dibantu oleh warga sekitar yang melihatnya terjatuh, namun korban tidak menunjukkan respons, sehingga saksi memanggil dan meminta bantuan kepada anak kandung korban, yang Bernama M. Khalfi Saputra (26)

Anak kandung korban, M. Khalfi Saputra), bersama saksi lainnya, M. Sapri (27), segera mengupayakan pertolongan dengan membawa korban menggunakan kendaraan roda empat ke Puskesmas Sungai Meriam. Sayangnya, setibanya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.03 WITA.
Kapolsek Anggana, AKP Akhmad Wira Taryudi, S.H., M.H., membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan pihak medis, korban meninggal dunia diduga akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban,” ujar Kapolsek dalam laporannya.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menyatakan tidak keberatan serta tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut. Korban kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans puskesmas.
Petugas Kepolisian dari Polsek Anggana telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mendatangi lokasi kejadian, mendampingi korban ke puskesmas, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Surat pernyataan dari pihak keluarga juga telah dibuat.
Peristiwa ini menambah daftar pentingnya perhatian terhadap kesehatan, khususnya pada penderita hipertensi, terlebih saat melakukan aktivitas fisik meski dalam bentuk ringan.
Laporan : Jeinita Claudia Senewe
