PENAS XVII Dongkrak Pariwisata Gorontalo, Kadispar Fany Hamzah Sebut Siapkan Pentadio Resort dan Pemandian Barakati
Oplus_131072
GORONTALO – Baraberita.com – Pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan atau PENAS XVII Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo diprediksi memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata daerah.
Kegiatan berskala nasional ini diharapkan mampu membuka peluang baru untuk memajukan perekonomian serta memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Gorontalo kepada khalayak luas.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Fany Hamzah, menyatakan bahwa acara ini akan dihadiri oleh ribuan peserta yang terdiri dari petani, nelayan, serta tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kehadiran para peserta tersebut menjadi momentum emas yang tidak boleh disia-siakan untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan yang ada di wilayahnya.
“Kami telah melakukan pembenahan secara intensif di beberapa lokasi prioritas, seperti Pentadio Resort dan Pemandian Barakati. Perbaikan fasilitas umum, penambahan tempat yang menarik untuk berfoto, hingga peningkatan standar kebersihan terus kami lakukan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin, 15 Juni 2026.
Pembenahan ini secara khusus disiapkan untuk mengantisipasi waktu senggang peserta selama berlangsungnya rangkaian acara. Panitia memperkirakan para peserta akan memanfaatkan jeda kegiatan untuk berkeliling dan menikmati keindahan alam setempat.
“Tentu saja hal ini akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Jika jumlah kunjungan naik, maka Pendapatan Asli Daerah atau disingkat PAD yang bersumber dari retribusi sektor pariwisata juga akan ikut terdongkrak,” jelasnya lebih lanjut.
Selain membenahi tempat wisata, Dinas Pariwisata juga mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pengelola tempat menginap di sekitar lokasi penyelenggaraan untuk memberikan pelayanan terbaik. Tujuannya agar pengalaman yang dirasakan peserta selama berada di Gorontalo meninggalkan kesan baik dan mendorong mereka untuk datang kembali di lain waktu.
Dampak positif dari penyelenggaraan PENAS ini diharapkan tidak hanya berlangsung selama acara berlangsung saja. Dokumentasi kegiatan, liputan media massa, serta unggahan para peserta di media sosial diproyeksikan menjadi sarana promosi luas yang efektif secara nasional.
“Kami ingin agar setelah acara ini selesai, masyarakat mengenal Gorontalo tidak hanya sebagai daerah pertanian dan perikanan, tetapi juga memiliki pantai dan alam yang indah. Ini menjadi tugas kita bersama agar momentum ini menjadi lompatan kemajuan bagi pariwisata Kabupaten Gorontalo,” tutupnya. Warga dan pelaku usaha di bidang wisata pun menyambut baik langkah yang diambil pemerintah daerah tersebut.
Laporan : Rolly Maku
