21 Agustus 2026

Pembunuhan Berdarah di Mojokerto: Seorang Pemuda Tega Mutilasi Pacarnya

0
alvi-maulana-24-memutilasi-kekas_888461

Mojokerto – JATIM – Baraberita.com – Polres Mojokerto berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan warga Surabaya dan Mojokerto. Seorang pemuda bernama Alvi Maulana (24) tega menghabisi nyawa pacarnya, TAS (25), lalu memutilasi jasad korban menjadi ratusan potongan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (31/08/2025) sekitar pukul 02.00 WIB di rumah kos mereka di Jalan Raya Lidah Wetan, Surabaya. Alvi dan korban diketahui sudah berpacaran selama lima tahun dan tinggal bersama di tempat tersebut.

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari percekcokan. Pelaku pulang larut malam, namun pintu kos dikunci dari dalam oleh korban. Pertengkaran pun terjadi hingga pelaku menusuk leher korban dengan pisau dapur. Satu tusukan itu membuat korban meninggal kehabisan darah.

Usai memastikan korban tewas, pelaku memutilasi tubuh pacarnya di kamar mandi. Potongan tubuh korban lalu dibuang di semak-semak Pacet, Mojokerto, sebagian lainnya disembunyikan di laci lemari serta dikubur di depan kos.

Penemuan potongan tubuh korban bermula dari penemuan bagian kaki korban oleh seorang warga pada Sabtu (06/09/2025) pukul 10.40 WIB. Warga tersebut kemudian melapor ke Polsek Pacet dan kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Mojokerto.

Polres Mojokerto kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap Alvi Maulana. Dalam proses penyelidikan, polisi menggunakan anjing pelacak untuk mencari potongan tubuh korban.

Alvi Maulana dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. Kasus ini juga menyoroti masalah kekerasan terhadap perempuan dalam relasi intim dan pentingnya perlindungan terhadap perempuan.¹

Kasus pembunuhan dan mutilasi ini menjadi contoh betapa pentingnya kesadaran akan kekerasan dalam relasi intim dan bagaimana hal itu dapat berdampak fatal.

Dengan demikian, kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih aware terhadap kekerasan dalam relasi intim dan pentingnya mencari bantuan jika diperlukan.

Polda Jawa Timur akan terus memantau situasi dan melakukan upaya-upaya untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

Dalam kasus seperti ini, peran serta masyarakat sangat penting untuk membantu proses penyelidikan dan pencegahan kekerasan dalam relasi intim.

Dengan kerja sama dan kepedulian kita semua, diharapkan kasus pembunuhan dan mutilasi ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih aware terhadap kekerasan dalam relasi intim.

Laporan : Jeinita Claudia Senewe

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!