13 Juni 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tiga Wilayah Kaltim

0
IMG-20260605-WA0017

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, Gedung BSCC Dome Balikpapan menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan peresmian dan penyerahan hasil revitalisasi satuan pendidikan. Kegiatan ini mencakup wilayah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Turut hadir dalam kesempatan ini Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, serta Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Hadir pula perwakilan pimpinan TNI dan Polri, kepala dinas pendidikan, kepala balai pengembangan pendidikan, para kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa dari jenjang PAUD hingga SMA dan SMK penerima manfaat program.

Rangkaian acara berjalan tertib dan khidmat, diawali dengan pembukaan, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta doa bersama. Suasana semakin hidup dengan kegiatan senam bersama yang melibatkan seluruh hadirin, sebelum masuk ke sesi utama berupa rangkaian sambutan, peresmian simbolis, dan ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan selesai sekitar pukul 09.30 WITA.

Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan selamat datang kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta seluruh rombongan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul, dan menganggap kunjungan ini sebagai kehormatan sekaligus dorongan semangat bagi seluruh warga Balikpapan.

Pemerintah Kota Balikpapan kini sedang gencar melaksanakan program Wajib Belajar 13 tahun yang diatur melalui peraturan walikota. Program ini mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, bertujuan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah sejak usia dini hingga jenjang menengah. Dukungan dana dari pemerintah pusat sangat membantu kelancaran pelaksanaan kebijakan tersebut.

Berbagai prestasi dan dukungan fasilitas juga telah disiapkan, antara lain penghargaan nasional atas kerja sama baik dengan sekolah swasta, serta penerimaan bantuan revitalisasi dan peralatan pendidikan. Pada tahun 2025 saja, telah diserahkan 423 unit papan interaktif, 423 unit laptop, dan perangkat pendukung lainnya guna memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Pemerintah daerah juga memberikan kemudahan akses melalui pembangunan unit sekolah baru dan perbaikan sarana prasarana secara masif. Sejak tahun 2022 hingga 2026, telah dibangun tujuh unit sekolah baru serta merevitalisasi hampir 500 gedung sekolah. Selain itu, tersedia pula program seragam gratis sebanyak tiga stel bagi setiap peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, menyambut baik perhatian pemerintah pusat yang menjadikan tiga wilayah strategis ini sebagai fokus pengembangan pendidikan. Ia menekankan bahwa gedung yang baik hanyalah wadah, namun kualitas pengajaran dan karakter siswalah yang menjadi nyawa kemajuan bangsa. Mengingat posisi daerah ini dekat dengan Ibu Kota Nusantara, kesiapan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat mendesak.

Revitalisasi sekolah di Balikpapan, Samarinda, dan PPU dinilai sebagai langkah tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia berharap seluruh fasilitas yang telah diperbaiki dapat dirawat dengan baik sebagai amanah negara, sekaligus menjadi pendorong perubahan metode mengajar yang lebih kreatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata kehadiran negara dan upaya mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan. Pembangunan manusia tidak bisa berjalan maksimal jika tidak didukung oleh fasilitas yang layak dan memadai. Sinergi yang kuat antara lembaga legislatif, pemerintah pusat, dan daerah telah memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, perubahan tampilan sekolah harus disertai dengan perubahan semangat belajar dan mengajar, menciptakan suasana yang bebas dari kekerasan, ramah anak, serta mendorong kemerdekaan berpikir bagi siswa maupun pendidik.

Sebagai penutup acara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi menyerahkan dan meresmikan penggunaan fasilitas baru ini. Ia berpesan agar seluruh perangkat canggih dan ruang belajar yang nyaman dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, serta memperkuat jati diri pelajar. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi unggul yang siap memajukan bangsa, memiliki daya saing tinggi, namun tetap menjunjung nilai budaya luhur.

Laporan : Obid Setiawan 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!