Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Layanan Publik Kemnaker yang Mudah Akses, Fokus pada JKP dan Pelatihan Kerja
JAKARTA – Baraberita.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan publik Kementerian Ketenagakerjaan agar semakin mudah diakses oleh masyarakat. Layanan yang menjadi fokus utama adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja, yang dirancang agar pekerja dapat memperoleh layanan secara optimal.
Menurut Menaker, layanan tersebut harus dapat diakses secara cepat, mudah, dan responsif karena langsung menyangkut kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian serius seluruh jajaran Kemnaker.
“Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Kondisi memang tidak mudah, dan saya tidak menginginkan masih ada layanan dan aplikasi yang bermasalah, yang down, serta kontak informasi yang tidak bisa dijangkau,” ujar Menaker pada Selasa (31/03/2026).
Ia menilai, layanan publik yang bermasalah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi dapat berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap perlindungan dan program ketenagakerjaan. Setiap hambatan dalam layanan dapat mengganggu kemampuan pekerja dan pencari kerja untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, Menaker mengatakan negara dituntut hadir melalui layanan yang andal dan mudah dijangkau. Hal ini dianggap penting untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi dan memastikan keamanan pekerjaan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kemnaker memperkuat koordinasi dan memperbaiki cara kerja internal agar pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap unit kerja diharapkan dapat saling mendukung untuk menyampaikan layanan yang terintegrasi.
Menaker menegaskan, satu layanan publik kerap bergantung pada dukungan banyak unit, sehingga pembenahan harus dilakukan secara bersama. Tidak ada layanan yang dapat berjalan optimal tanpa kerja sama antar bagian dalam kementerian.
“Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Pascalebaran, kita perkuat kerja sama. Satu layanan didukung oleh banyak unit kerja, sehingga saya berharap hal-hal ini menjadi modal kita,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi, Menaker Yassierli juga mendorong pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi. Perubahan pola kerja ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban operasional kementerian.
Menurutnya, pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara. Kondisi global yang dinamis menuntut institusi untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitasnya.
Bagi Menaker, situasi tersebut harus menjadi pengingat bahwa kualitas layanan publik tidak boleh turun. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, standar pelayanan kepada masyarakat harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan.
“Sebaliknya, Kemnaker harus memastikan masyarakat, terutama pekerja dan pencari kerja, tetap bisa mengakses layanan secara cepat, pasti, dan tanpa hambatan,” katanya.
Laporan : Jeinita Claudia Senewe
