DPD PDIP Balikpapan Gelar Pagelaran Wayang Kulit Peringati Bulan Bung Karno 2026
Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan DPD PDIP Balikpapan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2025 pukul 19.30 Wita. Acara bertempat di Sekretariat DPD PDIP Balikpapan, tepatnya di Jalan Syarifuddin Yoes Ruko Sepinggan Pratama SQ III Nomor 12, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan. Sekitar 500 orang hadir memadati lokasi kegiatan.
Sejumlah tokoh dan perwakilan berbagai unsur menghadiri acara tersebut. Di antaranya Ketua Fraksi PDIP Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Samsun; Wakil Ketua III DPRD Kota Balikpapan serta Ketua DPD PDIP Provinsi Kalimantan Timur, Budiono; Ketua DPD PDIP Balikpapan, Eddy Sunardi Darmawan; Sekretaris DPD PDIP Balikpapan, Muhammad Najib; dan Bendahara DPD PDIP Balikpapan, Suwanto.
Turut hadir perwakilan Komunitas Swalamoh, Woro Sumarsono; Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi DWK Uniba, H. Rendi Susiswo Ismail; dalang Ki Wahyudi; dalang cilik Ki Muhammad Jiat Habibi; serta anggota Komunitas Swalamoh. Kegiatan disusun dengan rangkaian acara yang teratur, dimulai dari penerimaan tamu hingga berlangsungnya pertunjukan utama.
Acara dibuka pukul 19.00 hingga 20.00 Wita dengan proses kehadiran dan pencatatan tamu undangan. Selanjutnya pukul 20.00 sampai 20.30 Wita ditampilkan penampilan istimewa dari dalang cilik yang baru saja lulus dari TKIT Tunas Bangsa Madani Kota Balikpapan. Rangkaian dilanjutkan dengan sesi pembukaan resmi pada pukul 20.30 hingga 20.35 Wita.
Pukul 20.35 hingga 20.45 Wita, seluruh hadirin menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga bait, diikuti dengan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Mars PDIP, dan Himne PDIP. Kemudian pada pukul 20.45 hingga 21.00 Wita disampaikan sambutan dari sesepuh Komunitas Swalamoh Kota Balikpapan, Woro Sumarsono.
Dalam sambutannya, Woro Sumarsono menjelaskan makna Komunitas Swalamoh yang beranggotakan kaum marhaen. Istilah ini bermula dari nama seorang petani di Bandung yang pernah ditemui Bung Karno pada masa penjajahan, menjadi dasar pemikiran bahwa kelompok ini merupakan potensi kekuatan besar bangsa. Ia menekankan pentingnya mengenang jasa pahlawan, mengingat Bung Karno menjadikan kebudayaan sebagai sarana pemersatu bangsa menuju kemerdekaan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Ketua DPD PDIP Balikpapan dan Muhammad Samsun dalam menyelenggarakan peringatan ini yang bertepatan dengan Haul Bung Karno ke-56. Menurutnya, pendekatan budaya adalah cara paling efektif menyentuh hati masyarakat hingga tingkat akar rumput, pesan yang diharapkan terus dipegang oleh seluruh elemen partai.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Balikpapan, Eddy Sunardi Darmawan. Ia menyatakan bahwa bulan Juni dan Juli memiliki makna sakral bagi keluarga besar PDIP sebagai momen merenungkan kembali pemikiran dan perjuangan Sang Proklamator. Pagelaran ini diwujudkan untuk menerapkan ajaran Trisakti, terutama pilar “Berkepribadian dalam Kebudayaan”.
Eddy menjelaskan bahwa wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan sarana pembelajaran yang sarat nilai Pancasila. Kehadiran dalang cilik dalam acara tersebut menjadi bukti nyata adanya regenerasi budaya yang perlu terus didukung agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara.
Sambutan ketiga disampaikan oleh Ketua PEPADI Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhammad Samsun. Ia mengaku bangga karena DPD PDIP Balikpapan memberikan ruang luas bagi pelestarian seni pedalangan, sekaligus melihat kegiatan ini sebagai wujud nyata pemikiran Bung Karno yang sangat menghargai seni budaya.
Menurutnya, setiap lakon dalam pertunjukan wayang mengandung nilai-nilai luhur Pancasila yang dapat dijadikan pedoman hidup. Lakon “Bias Murka Bargawa” yang dibawakan malam itu mengandung pesan penting tentang pengendalian diri dari hawa nafsu demi terciptanya kedamaian bersama, sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berpolitik.
Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan prosesi pembacaan doa arwah untuk mendoakan Bung Karno dan para pahlawan bangsa pada pukul 21.35 hingga 21.45 Wita. Prosesi ini dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDIP Balikpapan. Selanjutnya berlangsung penyerahan simbolis tokoh wayang.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua PEPADI Kalimantan Timur kepada Ketua DPD PDIP Balikpapan, lalu diteruskan kepada Ki Dalang Wahyudi didampingi pimpinan partai. Prosesi ini bermakna sebagai penyerahan amanah pelestarian budaya. Mulai pukul 22.00 Wita hingga selesai, Ki Dalang Wahyudi membawakan pagelaran utama dengan lakon “Bias Murka Bargawa”.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib serta diperkirakan berakhir pukul 04.00 Wita. Secara keseluruhan, acara ini memadukan unsur pelestarian budaya dengan nilai ideologis organisasi, menjadi sarana memperkuat semangat nasionalisme, Pancasila, serta ajaran Trisakti Bung Karno melalui pendekatan seni budaya yang mudah diterima masyarakat luas.
Laporan : OBID SETIAWAN
