3 Mei 2026

Kecelakaan Laut di Nusa Penida, Warga Negara Norwegia Tewas Tertabrak Boat Snorkeling

0
whatsapp_image_2026-05-03_at_09.26.02_302378

Klungkung – BALI – Baraberita.com – Kejadian kecelakaan laut yang menimpa seorang warga negara asing terjadi di perairan Tanjung Pakaang, wilayah Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Peristiwa nahas ini berlangsung pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 dan mendapatkan penanganan segera dari aparat kepolisian setempat.

Korban yang terlibat dalam kejadian tersebut diketahui berinisial M.E.B., berusia 34 tahun, dan merupakan warga negara Norwegia. Nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah ia tertabrak oleh boat yang digunakan untuk kegiatan wisata menyelam sambil melihat pemandangan bawah laut atau snorkeling, saat sedang melakukan aktivitas memancing dengan cara menombak ikan di perairan tersebut.

Segera setelah menerima laporan mengenai terjadinya kecelakaan, jajaran kepolisian bergerak sigap untuk menangani peristiwa tersebut. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., yang menyatakan bahwa personel telah langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal.

“Kami bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, mulai dari evakuasi korban, mengamankan lokasi, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak medis dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Kompol Kesuma Jaya menjelaskan langkah yang telah diambil timnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, awalnya korban sedang melakukan aktivitas spearfishing bersama dengan rombongannya di perairan Tanjung Pakaang. Namun, keadaan berubah drastis sekitar pukul 09.40 Wita ketika sebuah boat snorkeling yang sedang melintas di wilayah tersebut menabrak tubuh korban, sehingga membuat korban tenggelam sebelum akhirnya berhasil diangkat ke permukaan oleh salah satu penumpang boat tersebut.

Setelah berhasil diselamatkan dari dalam laut, korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Toyapakeh untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Di lokasi tersebut, korban langsung mendapatkan penanganan medis darurat yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Klinik Nusa Medical untuk memulihkan kondisinya.

Upaya penyelamatan nyawa terus dilakukan secara maksimal oleh tenaga medis, di antaranya dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru yang berlangsung selama kurang lebih satu jam lamanya. Namun, berbagai upaya yang telah dijalankan tidak membuahkan hasil, dan korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang menangani.

Selanjutnya, proses penanganan korban dilanjutkan dengan evakuasi jenazah dari wilayah Nusa Penida menuju Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah yang berada di Denpasar. Pemindahan ini dilakukan guna keperluan penanganan lebih lanjut serta pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab kematian secara rinci, dan seluruh rangkaian proses berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antarinstansi.

Hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan menunjukkan bahwa korban menderita sejumlah luka akibat benturan yang terjadi. Di antaranya terlihat adanya luka memar yang disertai pembengkakan pada bagian dada kanan bawah, tulang kaki kanan yang mengalami patah, serta luka terbuka yang terlihat pada bagian paha kanan korban.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap seluruh fakta terkait insiden tersebut. Penyelidikan dilakukan melalui penggalian keterangan dari para saksi mata maupun pihak yang mengoperasikan boat yang terlibat. Kejadian ini pun menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang bergerak di bidang pariwisata bahari untuk senantiasa menempatkan aspek keselamatan sebagai hal utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan di wilayah perairan.

Laporan : Femmy ES 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!