Kapolres AKBP Philemon Ginting, SIK, MH, Sosialisasikan UU ITE kepada Dharma Wanita Kota Bitung

Bitung, BARABERITA.COM Minggu, 02/09/2018 Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting, SIK, MH memberikan sosialisasi tentang perbuatan pidana dalam Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU Nomor 11 Tahun 2008) kepada Dharma Wanita Kota Bitung yang bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kota Bitung, Jumat (31/08/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemkot Bitung Drs. Oktavianus Tumundo, Ny. Khouni Lomban Rawung, M.Si (Ketua TPKK Kota Bitung), Rita Mantiri Tangkudung, ST (Wakil Ketua TPKK Kota Bitung), Dr. Rini Tinangon, Sp.PD (Ketua Dharma Wanita Kota Bitung) dan Anggota Dharma Wanita dari Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD di Kota Bitung.

Kapolres menyampaikan penggunaan internet yang positif tanpa harus menyalahgunakan kecanggihan internet dalam memberikan informasi.

Berdasarkan UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika, perbuatan melawan hukum atau tanpa hak dengan sengaja oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan sarana komputer dan atau alat elektronik lainnya, kejahatan yang sering terjadi dalam dunia maya adalah diantaranya penipuan melalui internet yaitu menawarkan sebuah barang melalui internet, setelah pembeli mengirim uang melalui nomor rekening bank pelaku, pelaku tidak mengirimkan barangnya dan pelaku tidak dapat dihubungi lagi,.

“Kejahatan dalam dunia maya yang sering terjadi dengan menggunakan alat elektronik diantara adalah pemerasan, ancaman kekerasan, judi, dan yang terakhir mengambil, menghapus, menambah, mengurangi, mentransfer data elektronik serta membobol sistem keamanan komputer,” jelas Kapolres.

Kapolres juga memberikan kiat-kiatnya agar terhindar dari kejahatan dunia maya yaitu jangan mudah percaya terhadap penawaran barang melalui internet dengan harga murah, jangan mudah mengunggah foto-foto yang sifatnya pribadi di internet karena melanggar norma kesusilaan, jangan pernah memberitahukan password kepada siapapun, sehingga orang tersebut bisa kapan saja membobol situs internet.

Menurut Kapolres, cara efektif menghambat penyebaran hoax yakni dengan edukasi kepada masyarakat, tindakan hukum, mengoreksi melalui sosmed, Blokir dan Flagging dan perangi hoax dengan memeriksa ulang judul berita provokatif dan meneliti situs website.

Laporan : Sofyan Thaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *