Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional (BMN), Kota Balikpapan Bersamaan dengan Hari Juang Kartika dan HUT Ke 47 Korpri Tahun 2018.

Balikpapan, BARABERITA.COM Jum’at, 30/11/2018 Bertempat di area gedung kesenian jalan Syarifuddin Yoes Kelurahan Sepinggan Baru Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat tanggal 30 November 2018 pukul 07.30 wita telah berlangsung kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional (BMN), Kota Balikpapan Bersamaan dengan Hari Juang Kartika dan HUT Ke 47 Korpri Tahun 2018

Kegiatan tersebut dihadiri,  HM. Rizal Effendi, SE (Walikota Balikpapan) Kolonel Inf. Mohammad Ilyas SH. (Dandim 0905/Balikpapan) Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono (Danlanal Balikpapan) AKBP Wiwin Firta Y.A.P, SIK (Kapolres Balikpapan) Letkol Lek Mujiono (Kadislog Lanud Balikpapan) Para Danramil Kodim 0905/Balikpapan, AKP Suparno (Kanit Lantas Polres Balikpapan Mewakili Kapolsek Balikpapan) Unsur OPD Kota Balikpapan.

Acara dimulai dengan doa dilanjutkan dengan laporan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan  kemudian sambutan Dandim 0905/Balikpapan dirangkai dengan penyerahan bibit pohon dari Walikota Balikpapan kepada Dandim 0905/Balikpapan, penyerahan piagam penghargaan program Kampung Iklim Utama kepada :

a) Bersinar dari Kelurahan Teritip

b) Manggar Hijau Lestari

c). Lamaru Pertiwi

Perusahaan Pengelola Hutan Kota Mangrove :

a). PT. PLN UIP Kalbagtim

b). PT.Pertamina DPPU Sepinggan

c). PT. Pertamina TBBM Balikpapan

Sambutan Dandim 0905/Balikpapan, Intinya Sebagai berikut “ Peringatan hari menanam pohon dan bulan menanam nasional serta memperingati hari juang Kartika tahun 2018 dalam keadaan mudah-mudahan kerjasama yang dapat kita jadikan momentum untuk lebih Meningkatkan kerjasama kita dalam membantu meningkat kesehatan masyarakat. Kita menyadari bahwa kerusakan hutan lahan dan lingkungan yang terjadi pada pada gaya ini semakin meningkat sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan iklim kondisi dan akan mempunyai dampak yang lebih lagi yaitu terjadinya ketidak keseimbangan ekosistem. Pemerintah telah berusaha secara maksimal merehabilitasi hutan yang rusak dan lahan lahan kritis upaya pemulihan dan pengurangan laju kerusakan hutan dan lahan telah dilakukan sejak lama, akan tetapi hasilnya belum secara maksimal dapat menanggulangi kerusakan hutan dan lingkungan. Kegiatan hari Juang Kartika tahun 2018 dilaksanakan di Gedung Kesenian Balikpapan direncanakan menampakan sebanyak kurang lebih 750 pohon kegiatan ini merupakan gerakan menanam pohon yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta terpeliharanya kelestarian lingkungan. Selain itu untuk membangkitkan semangat motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat untuk menanam serta memelihara pohon dalam rangka membangun menjaga keseimbangan ekosistem agar terhindar dari pengaruh global warning salah satunya cara mencegah terjadinya global warming adalah melalui kegiatan seperti ini pengobatan rehabilitasi lahan yang ada. Saya berharap agar kegiatan penanaman pohon ini menjadi wujud tanggung jawab setiap orang untuk berusaha membuat alam dan lingkungan menjadi lebih baik dari hari ke hari kegiatan penanaman pohon seperti dilaksanakan sekarang harus diterapkan pada setiap waktu dan kesempatan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memaksimalkan kebersihan menanam pohon tersebut perlu adanya pengawasan dan pemeliharaan.”

Sambutan Walikota Balikpapan intinya, “ Pada hari ini kita juga sekaligus memperingati hari juang Kartika tahun 2018 dan HUT ke 47 Korpri. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kodim 0905/Balikpapan beserta jajaran yang turut serta dalam program penanaman pohon yang ada di Kota Balikpapan. Pada kesempatan yang berbahagia ini juga akan diberikan piagam penghargaan bagi Kelurahan program program Kampung iklim dan perusahaan yang memiliki program menjaga kelestarian lingkungan hidup baik melalui pengolahan hutan kota maupun penanaman pohon. Saya bangga dengan kerja keras berbagai pihak yang melakukan gerakan menanam pohon di kota Balikpapan dekat berbagai bantuan dan dukungan tersebut sejak tahun 2005 kegiatan hari menanam pohon Indonesia tidak lagi membutuhkan APBD.’

Laporan : OBIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *