Dra. Ririen Fridayati, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Balikpapan Pimpin Upacara Hari Pahlawan Ke 73

Balikpapan, BARABERITA.COM Sabtu, 10/11/2018  Pelaksanaan upacara memperingati Hari Pahlawan 10 November 2018 ke 73 di laksanakan di halaman upacara SMA Negeri 5 Balikpapan, bertindak sebagai pembina upacara Dra. Ririen Fridayati, upacara diikuti sekitar 950 orang terdiri dari guru-guru, staf tata usaha, siswa siswi kelas X, XI, XII.

Sekilas mengapa penentuan 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan ? berawal dari pertempuran Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Terjadinya peperangan besar-besaran antara tentara dan milisi Indonesia yang pro kemerderkaan melawan tentara Britania Raya dan Belanda.

Pertempuran Surabaya jadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di Pelepori seorang Wartawan muda bernama Sutomo 25 tahun dengan jiwa Nasionalimenya Sutomo bersama 16 ribu pejuang mempertahankan NKRI, Terjadinya peperangan besar-besaran antara tentara dan milisi Indonesia yang pro kemerderkaan melawan tentara Britania Raya dan Belanda.

Upacara dimulai tepat pukul 07.20 wita berlangsung sekitar 30 menit, diawali dengan laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera pusaka diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya,  pembacaan texs Panca Sila, texs Pembukaan UU Dasar 1945, Sambutan pembina upacara Dra. Ririen Fridayati, diakiri dengan pembacaan pesan-pesan pahlawan oleh guru PAI BUDI, S.PdI yang juga adalah pembina Osis.

Dra. Ririn Fridayati dalam sambutan yang pada intinya “ Hari ini kita memperingati Hari Pahlawan 10 November ke 73, dikandung maksud mengenang jasa para syuhada yang gugur di medan juang, puluhan ribu pejuang yang telah gugur merebut kemerdekaan dari tangan penjajah namun tidak semua memperoleh gelar pahlawan, kita doakan semoga para syuhada mendapat tempat yang mulia disisi Nya, tugas kita saat mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan karya karya positif,

Sekarang ini kita juga bisa menjadi pahlawan yang mengabdikan diri, mengupayakan, mengedepankan, mengutamakan kepentingan sekolah, ingin memajukan sekolah, bersungguh sungguh mewujudkan visi misi melalui kerja nyata, menghindari perpecahan dari keberagaman kita, mengupayakan persatuan dan kekompakan dalam berugas sehingga lahir sebuah tempat tugas yang tenang, tentram dan makmur.”

Laporan : Marwan B.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *