Ditpolairud Polda Sumsel Evakuasi Jenazah Nahkoda Kapal KM Kurnia di Perairan OKI
Ogan Komering Ilir – SUMSEL – Baraberita.com – Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan yang bertugas di Pos Pangkalan Sandar Upang melakukan evakuasi jenazah nahkoda kapal KM Kurnia. Korban bernama Rudi meninggal dunia saat melaut di perairan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Sabtu (07/02/2026) pagi.
Proses evakuasi menggunakan ambulance apung milik Ditpolairud Polda Sumsel. Petugas menerima laporan dari warga Desa Upang bernama Yudi, yang merupakan anggota keluarga korban. Yudi memberitahukan kondisi Rudi dan meminta bantuan untuk menjemput jenazah agar dapat dibawa pulang ke rumah duka.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal V-1027 Upang, Aipda Ardianto, S.H., M.H., menjelaskan kondisi korban sebelum meninggal. Berdasarkan keterangan anak buah kapal (ABK), almarhum sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak enak serta merasakan sakit di bagian dada.
“Dari keterangan ABK yang berada satu kapal dengan almarhum, sebelumnya beliau mengeluh masuk angin dan merasakan nyeri di bagian dada,” ujar Aipda Ardianto.
Menurut Aipda Ardianto, pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, almarhum Rudi masih terlihat mengemudikan kapal saat sedang menarik jaring ikan. Namun, rekan sesama ABK merasa curiga ketika kapal terus melaju meski telah diberikan aba-aba untuk berhenti.
“Salah satu ABK kemudian menghampiri ruang kemudi dan mendapati almarhum dalam kondisi terguling. Setelah diperiksa sudah tidak ada denyut nadi dan dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, personel Ditpolairud di Pos Pangkalan Sandar Upang segera bergerak menuju lokasi kejadian. Perjalanan dari Upang menuju perairan Sungai Sujian ditempuh sekitar tiga jam dengan kondisi gelombang yang cukup besar.
Petugas mengevakuasi jenazah dari kapal KM Kurnia dan memindahkannya ke ambulance apung. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Upang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Aipda Ardianto menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat pesisir. Hal ini juga merupakan upaya kemanusiaan dalam membantu proses evakuasi di wilayah perairan.
Kegiatan evakuasi berlangsung aman dan lancar meskipun menghadapi kondisi cuaca dan gelombang di perairan. Ditpolairud Polda Sumsel mengimbau para nelayan dan awak kapal untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan serta keselamatan saat melaut guna mencegah kejadian serupa.
Bila ada permasalahan dan membutuhkan bantuan Polisi, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110. “KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM,” demikian pemberitahuan dari pihak kepolisian.
Laporan : Naila Abraara
