8 Juni 2026

Banjir Bandang Dahsyat Terjang Kabupaten Sitaro, Terdapat Korban Jiwa dan Hilang

0
1000084296

Sitaro – SULUT – Baraberita.com – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut )diterjang banjir bandang dahsyat pada Senin (05/01/2026) sekira pukul 10.20 Wita. Bencana alam tersebut menerjang dua kecamatan, yaitu Kecamatan Siau Barat dan Kecamatan Siau Timur.

Kejadian banjir bandang ini berawal dari hujan dengan intensitas lebat yang turun selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan debit air sungai meluap dan membawa material tanah, batu, serta kayu yang menghantam wilayah pemukiman.

Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi mengungkapkan, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro masih belum membaik. “Dan hingga saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh, bencana ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kedua kecamatan terdampak. Kondisi korban terus diperbarui seiring dengan proses evakuasi dan pencarian yang dilakukan.

Di Kecamatan Siau Barat, tercatat satu korban jiwa, satu orang hilang, dan tujuh orang mengalami luka-luka. Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan di wilayah tersebut.

Sementara itu di Kecamatan Siau Timur, jumlah korban lebih banyak dengan enam korban jiwa, delapan belas orang luka-luka, serta satu orang yang masih dalam status belum ditemukan. Semua korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan yang cukup luas pada pemukiman warga. Banyak rumah tinggal warga terendam air atau bahkan rusak berat akibat benturan material yang terbawa banjir.

Kerusakan juga terjadi pada gedung perkantoran, termasuk Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Sitaro. Fasilitas yang menjadi pusat kegiatan kepolisian di daerah tersebut tidak terlepas dari dampak bencana.

“Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material berupa batu, tanah dan kayu menutupi setengah Mako Polres. 50% Gedung Mako bersama fasilitas penunjang dalam keadaan tertimbun material,” jelas Kapolres.

Untuk mengatasi dampak bencana, personel Polres dan Polsek beserta masyarakat lokal telah bergotong-royong melakukan evakuasi. Kegiatan evakuasi bertujuan untuk menyelamatkan warga terdampak dan membawanya ke lokasi yang lebih aman.

“Akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus dan sudah dilakukan pembersihan sehingga sudah dapat diakses kembali,” ujar Kapolres. Pembersihan jalan dilakukan agar kendaraan bantuan dan tim penyelamat dapat masuk dengan lancar.

Warga terdampak telah dievakuasi ke beberapa tempat penampungan, antara lain Gedung Gereja Jemaat KGPM Batusenggo Lindongan I dan rumah-rumah warga Batusenggo yang tidak terdampak bencana. Tim juga terus memantau kondisi dan mempersiapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Laporan : Virginia D. Malalantang

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!