Anggota BSJ & IPD Tawau Berhasil Melakukan Penyergapan Serta Penangkapan Judi Sabung Ayam di Perbatasan RI – Malaysia.

Nunukan – Kaltara,Baraberita.com – Selasa, 02 Maret 2021.
Sekitar pukul 16.00 Wita Otoritas Malaysia melakukan penyergapan judi sabung ayam yang di lakukan oleh Sepasukan Pegawai dan Anggota Bahagian Siasatan Jenayah ( BSJ ) Ibu Pejabat Polis Daerah ( IPD ) Tawau di wilayah yurisdiksi Malaysia, tepatnya di dekat garis perbatasan negara RI – Malaysia, Dan merupakan kawasan kebun kelapa sawit di wilayah Bergosong, Tawau, Senin 01/03/2021.

Dalam penyergapan itu, pihak berwajib Malaysia berhasik menangkap sebanyak 17 orang yang tidak sempat melarikan diri. Terdiri dari 15 orang Laki-laki dan 2 orang perempuan :

BURAIRAH, WADANG, NORDIN bin MALUREN, SALEH bin MARE, HARISA, KAMUL bin SABARA, SINTAK bin SAKKA, BUDI bin RATIHA, RUDY bin RUSMIN, OMPENG, BASIR bin MEKAA, AMIR bin BENU, SUTAR bin BACHO, MALAK bin HADADE, AMBOK bin YUSUP, NURLINA NASIR, HASNAH binti AZIZ, Semuanya tidak memiliki dokumen diri.

Adapun perkiraan umur pelaku judi sabung ayam yang di tangkap oleh pihak Berwajib Malaysia di perkirakan mulai umur 21 tahun sampai 84 tahun.

Berkaitan dengan penyergapan judi sabung ayam, polisi Malaysia juga mengamankan beberapa barang bukti yang terdiri dari :
19 ekor ayam sabung masih dalam keadaan hidup, 3 buah tas pisau taji ayam., 39 buah pisau taji ayam., 1 helai kain rentang judi jenis tai sai, 1 buah mangkuk beserta 3 biji dadu. Uang tunai sebanyak Rp. 25.057.000, Uang tunai sebanyak RM.250

Dalam hal ini ketua polis daerah Tawau Sabah Malaysia, ACP Peter AK Umbuas melalui siaran persnya membenarkan terkait adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat perbatasan RI – Malaysia yang berkaitan dengan penyergapan dan penangkapan pelaku perjudian di arena judi sabung ayam yang berada di wilayah Hukum Malaysia.

“Satu serbuan telah berhasil di jalankan oleh sepasukan pegawai dan anggota BSJ IPD Tawau dan berjaya menahan 15 orang laki – laki dan 2 orang perempuan karena menjalankan kegiatan perjudian sabung ayam, Dan kesemuanya itu merupakan warga asing yang masuk dan tinggal di wilayah Malaysia tanpa dokumen yang sah,” ucap ACP Peter AK Umbuas.

“Adapun klasifikasinya, pelaku melanggar Seksyen 21 Enakmen kebajikan Haiwan 2015.
Seksyen 6 (1) Akta bahan – bahan kakisan dan letupan dan senjata berbahaya 1958
Seksyen 7 (2) akta rumah judi terbuka 1953
Seksyen 6 (1) (c) akta imegresen 1959/63 ,” tutur ACP Peter AK Umbuas.

Laporan : Asrudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *