8 Juni 2026

Aksi Unras Damai Bela Palestina di Balikpapan: Solidaritas Warga Menentang Penjajahan di Tengah Status Gencatan Senjata

0
IMG-20260213-WA0009

Balikpapan – KALTIM – Baraberita.com – Di tengah status gencatan senjata yang masih berlaku namun serangan oleh Israel terus terjadi, gelombang solidaritas warga Indonesia terhadap Palestina kembali meluas, termasuk di Kota Balikpapan. Pada Jum’at, 13 Februari 2026, ratusan warga berkumpul di Simpang TL Plaza Jenderal Sudirman untuk melaksanakan aksi unras damai yang diinisiasi oleh komunitas Balikpapan Peduli Palestina. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat terhadap nasib rakyat Palestina tidak luntur, meskipun ada upaya-upaya yang diklaim sebagai langkah perdamaian di tingkat internasional.

Aksi ini diketuai oleh Sdr. Agus dan diikuti oleh ratusan orang yang hadir dengan semangat persatuan dan kepedulian kemanusiaan. Perangkat yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi satu unit mobil pick up, sound system, bendera Merah Putih, serta bendera Palestina, yang menjadi simbol dukungan tanpa syarat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Kehadiran perangkat ini memudahkan massa dalam menyampaikan pesan-pesan solidaritas kepada masyarakat sekitar yang melintas di lokasi aksi.

Massa mulai berkumpul di lokasi pada pukul 16.00 Wita, dengan suasana yang tenang namun penuh semangat. Tidak ada keributan atau tindakan anarkis yang terjadi, karena seluruh peserta aksi berkomitmen untuk menjaga kedamaian selama kegiatan berlangsung. Kehadiran massa di lokasi menjadi bukti bahwa warga Balikpapan memiliki kesadaran tinggi terhadap isu kemanusiaan yang sedang menimpa rakyat Palestina, yang hingga detik ini masih mengalami penjajahan.

Setelah semua peserta berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pukul 16.15 Wita, yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Lagu kebangsaan ini menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah merasakan pahitnya dijajah, sehingga memiliki empati yang mendalam terhadap penderitaan rakyat Palestina yang masih berjuang untuk kemerdekaan. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi orasi yang menjadi inti dari penyampaian pesan aksi ini.

Sdr. Alamsyah Kaharuddin menjadi pembicara pertama dalam sesi orasi, yang menyampaikan ajakan kepada seluruh warga Balikpapan, Indonesia, bahkan dunia untuk bersatu dalam satu suara menentang penjajahan Israel. Ia menegaskan bahwa selama penjajah masih berdiri di atas bumi Palestina, maka perjuangan untuk kemerdekaan Palestina akan terus dilakukan. Alamsyah juga menyoroti kekejaman yang dilakukan oleh Israel selama puluhan tahun, yang telah menewaskan ribuan anak kecil, orang tua, dan lansia, serta membiarkan rakyat Palestina menderita kelaparan dan kehilangan tempat tinggal.

Lebih lanjut, Alamsyah mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh melupakan pengalaman pahit dijajah, sehingga harus berdiri teguh bersama rakyat Palestina hingga mereka merdeka. Ia menekankan bahwa solidaritas ini bukan sekadar kata-kata, melainkan komitmen nyata untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina yang telah dirampas. Pesan yang disampaikan Alamsyah disambut dengan sorak-sorai semangat dari massa, yang meneriakkan yel-yel dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap penjajahan.

Pembicara kedua, Sdri. Nuriyah, menyampaikan orasi yang menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar basa-basi diplomasi atau kata-kata indah tanpa makna. Ia menegaskan bahwa massa berkumpul untuk menyuarakan kebenaran dan menggugat ketidakadilan yang terjadi di Palestina. Nuriyah juga menyoroti bahwa tidak semua skema perdamaian yang ditawarkan benar-benar menghadirkan keadilan, terutama yang tidak menghentikan penjajahan dan tidak melibatkan rakyat Palestina sebagai pihak yang paling dirugikan.

Nuriyah juga mengkritik gagasan perdamaian yang diinisiasi pada masa pemerintahan Donald Trump, yang menurutnya tidak lahir dari tangisan ibu-ibu di Gaza atau darah anak-anak Palestina, melainkan dari kepentingan geopolitik dan kekuasaan global. Ia menekankan bahwa struktur pengambilan keputusan dalam skema tersebut sangat terpusat dan didominasi oleh satu kekuatan, sehingga tidak bisa dianggap sebagai forum yang setara atau musyawarah dunia. Kritik ini menjadi pengingat bahwa perdamaian yang sejati harus didasarkan pada keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak semua pihak.

Pembicara ketiga, Muhammad Maktum, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi di Gaza, di mana anak-anak seusia dengan yang ada di sekitarnya harus mengalami kelaparan dan bersembunyi dari dentuman bom serta peluru Zionis Israel. Ia menegaskan bahwa kondisi ini adalah sebuah kepiluan dan kenistaan yang harus terus disuarakan oleh seluruh umat manusia. Maktum juga mengkritik upaya yang diklaim sebagai langkah perdamaian namun tidak melibatkan rakyat Palestina, yang menurutnya adalah tipu muslihat dan pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Maktum juga menekankan bahwa tidak mungkin sebuah upaya perdamaian bisa disebut benar jika pihak yang dijajah dan menjadi korban tidak dilibatkan, tidak diayomi, justru dibuang. Pesan yang disampaikan Maktum menyentuh hati seluruh peserta aksi, yang semakin menyadari pentingnya terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. Seluruh orasi yang disampaikan menjadi satu kesatuan pesan yang kuat, bahwa solidaritas terhadap Palestina adalah kewajiban kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.

Selama kegiatan berlangsung, petugas dari Polsek Balikpapan Selatan yang dipimpin oleh Kompol Abu Sangit, S.H., M.H., selaku Kapolsek Balikpapan Selatan dan Ka Pam Wil, melakukan monitoring dan dokumentasi kegiatan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa aksi berjalan dengan aman dan tertib, serta untuk melaporkan perkembangan kegiatan kepada pimpinan. Kehadiran petugas kepolisian juga memberikan rasa aman bagi peserta aksi, sehingga mereka bisa menyampaikan pesan-pesan solidaritas dengan tenang.

Tuntutan massa dalam aksi ini berkaitan dengan isu kemanusiaan, dengan pesan utama bahwa Palestina tidak sedang meminta belas kasihan, melainkan menuntut hak yang telah dirampas. Massa menekankan bahwa penting untuk terus menjadi corong bagi mereka yang suaranya dibungkam, karena ketidakadilan di satu tempat adalah ancaman bagi keadilan di mana pun. Pesan ini menjadi inti dari seluruh kegiatan, yang menunjukkan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan perjuangan untuk keadilan dan kemanusiaan.

Selain itu, massa juga menegaskan bahwa membela Palestina bukan hanya tentang membela sebuah wilayah di peta, melainkan tentang membela kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi yang paling dasar. Membela Palestina adalah cara untuk mengatakan pada dunia bahwa penindasan punya batas waktu, namun perjuangan untuk merdeka tidak akan pernah mengenal titik henti. Massa juga menegaskan bahwa mereka adalah suara bagi mereka yang dibungkam, dan saksi bagi ketabahan yang luar biasa dari rakyat Palestina.

Kegiatan aksi unras damai ini berakhir pada pukul 18.00 Wita, dengan situasi yang tetap aman dan tertib selama berlangsung. Tidak ada insiden yang tidak diinginkan terjadi, dan seluruh peserta aksi pulang dengan semangat yang tetap tinggi untuk terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa warga Balikpapan mampu menyampaikan aspirasi dan solidaritas dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.

Aksi ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun status gencatan senjata masih berlaku, serangan oleh Israel terus terjadi, sehingga solidaritas dan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina harus terus dilanjutkan. Warga Indonesia, termasuk di Balikpapan, akan terus menjadi pendukung setia bagi rakyat Palestina, hingga mereka mendapatkan hak-hak mereka yang sah dan merdeka sepenuhnya. Solidaritas ini akan terus menjadi kekuatan yang mendorong perubahan dan keadilan di dunia internasional.

Laporan : OBID SETIAWAN 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!