KBP Jerrold Kumontoy, Kapolresta Balikpapan Lolos Seleksi Akhir Calon Komandan Upacara Istana Negara 2026
JAKARTA – Baraberita.com – Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, berhasil melaju ke tahap seleksi akhir calon Komandan Upacara di Istana Negara pada tahun 2026. Hal ini membuka peluang besar baginya untuk menjalankan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke‑81.
Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy kini akan melanjutkan tahap penilaian bersama delapan perwira terbaik lainnya dari seluruh instansi. Saat ini mereka sedang menjalani masa karantina sekaligus mengikuti latihan terpusat di bawah bimbingan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.
Bagi Kapolresta Balikpapan tersebut, keberhasilan mencapai tahap seleksi akhir ini sudah merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa besar. Ia pun menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh institusi Kepolisian Republik Indonesia.
“Bagi saya, terpilih menjadi calon petugas Komandan Upacara Istana mewakili institusi Polri hingga tahap ini saja sudah sangat patut disyukuri, sekaligus membawa banyak pengalaman berharga,” ujar Jerrold dalam keterangan resminya kepada awak media, Minggu (16/08/2026).
Diketahui bahwa proses untuk bisa menjadi calon Komandan Upacara Istana Negara sama sekali bukan hal yang mudah atau ringan. Setiap peserta wajib menguasai segala hal yang berkaitan dengan tata cara baris‑berbaris dengan benar dan sempurna.
Selain penguasaan materi baris‑berbaris, setiap calon petugas juga dituntut untuk memiliki kebugaran fisik yang prima, ketahanan mental yang kuat, konsentrasi tinggi, serta kemampuan memimpin pasukan dengan baik di dalam pelaksanaan upacara kenegaraan tersebut.
Kombes Pol Jerrold sendiri mengaku telah mempersiapkan dirinya secara sungguh‑sungguh sejak proses seleksi baru saja dimulai. Selain rutin menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, ia juga menyempatkan diri berlatih menjadi komandan upacara secara mandiri.
Latihan mandiri tersebut biasa dilakukannya di halaman Mapolresta Balikpapan pada saat suasana di lingkungan kantor mulai sepi. Segala persiapan matang ini dilakukan agar dirinya benar‑benar siap sepenuhnya apabila kelak dipercaya untuk mengemban tugas negara yang terhormat ini.
“Ya, segala sesuatu memang harus dipersiapkan dengan matang sejak awal. Mohon kiranya didoakan dan didukung semuanya,” tutupnya singkat namun penuh harap.
Di sisi lain, Jerrold juga menyadari sepenuhnya bahwa persaingan yang tersisa di tahap akhir ini masih terbilang cukup ketat. Kedelapan perwira yang telah berkumpul di Jakarta ini belum tentu langsung terpilih menjadi Komandan Upacara pelaksana utama.
“Pokoknya saya akan berusaha semaksimal kemampuan saya nanti. Apakah nanti ditunjuk menjadi petugas utama atau tidak, itu urusan belakangan. Apabila terpilih hanya menjadi petugas cadangan pun saya tetap siap melaksanakannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa siapapun tetap bertugas dalam upacara kenegaraan tersebut tetaplah sebuah kehormatan besar. “Sekali lagi, mohon doanya saja dari semuanya agar saya dapat menjalani ini dengan lancar,” tambah perwira tersebut.
Selain persiapan fisik yang dijaga ketat, ia juga mengakui dukungan keluarga menjadi semangat terbesar baginya. Kehangatan dari istri beserta anak‑anak menjadi salah satu sumber kekuatan yang membuatnya tetap tegar dan bersemangat.
“Istri dan anak‑anak adalah bagian terpenting dari hidup saya. Waktu berkualitas yang bisa saya lalui bersama mereka usai berlatih menjadi penyemangat terbesar saya untuk kembali bangkit,” ungkap Kombes Jerrold dengan nada lembut.
Tidak hanya itu, pencapaian ini juga menjadi sebuah kehormatan besar bagi masyarakat Kalimantan Timur secara keseluruhan. Dengan dukungan penuh dari Kapolda Kalimantan Timur serta penunjukan Wakapolresta menjalankan tugas harian, pelayanan keamanan di Balikpapan tetap berjalan lancar.
“Kini, tanggung jawab ini bukan lagi sekadar atas nama diri pribadi atau Kota Balikpapan semata, melainkan membawa nama baik serta kehormatan seluruh Provinsi Kalimantan Timur di tingkat nasional,” pungkasnya mantap.
Laporan : Tanto Ribowo
