4 Oktober 2026

Polisi Ungkap Sosok Tersangka Pembakaran Sopir Truk di Karangasem: Kurang Bersosialisasi & Cepat Emosi

0
image

Karangasem — BALI — Baraberita.com — Polisi mengungkap identitas sosok I Putu CP (37), pemilik usaha sekaligus tersangka dalam kasus pembakaran terhadap sopir truk bernama I Gede Selamet (20). Peristiwa tersebut terjadi di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan hasil pendalaman penyidikan, I Putu CP diketahui memiliki sekitar 13 unit truk serta mengelola usaha bengkel mobil. Ia diketahui menjalankan usaha tersebut dalam skala yang cukup besar di lingkungannya.

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan bahwa keseharian tersangka cenderung tertutup. Ia dikatakan jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika menjelaskan bahwa gambaran mengenai keseharian tersangka menjadi salah satu bagian yang dikaji tim penyidik. Hal ini dilakukan untuk memahami latar belakang peristiwa yang terjadi.

“Informasinya pelaku orangnya kurang bersosialisasi dengan masyarakat. Mungkin karena sibuk mengurus pekerjaannya,” ujar Santika, Sabtu (03/10/2026).

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa tersangka diduga memiliki sifat yang mudah tersulut emosi saat menghadapi persoalan. Sifat tersebut terlihat dari cara ia merespons masalah yang muncul sebelum peristiwa berlangsung.

“Mungkin kurang sosialisasi dengan tetangga dan keluarga, sehingga memiliki pikiran-pikiran pendek saat menghadapi permasalahan dan cepat tersulut emosinya,” tambahnya.

Penyidik menemukan bahwa persoalan keuangan menjadi pemicu utama pertengkaran antara tersangka dan korban. Saat itu, tersangka diketahui memiliki kewajiban membayar angsuran sejumlah unit truk.

Di sisi lain, uang yang seharusnya disetorkan korban sebagai bagian dari modal usaha belum diterima tersangka. Ketegangan yang timbul dari hal tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran hebat.

Kondisi korban saat itu juga sedang tidak baik. Meski sedang sakit dan beristirahat, korban tetap dipukul serta ditampar oleh tersangka.

Situasi memburuk seketika. Tersangka diduga menyiramkan bahan bakar jenis pertalite ke tubuh korban, lalu menyalakan korek api di hadapan korban.

Akibat perbuatan tersebut, I Gede Selamet mengalami luka bakar serius. Korban langsung dirujuk dan menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan indikasi bahwa peristiwa ini direncanakan sejak awal sebagai tindakan pembunuhan berencana. Tindakan tersangka diduga bermula dari niat untuk mengancam atau menakut-nakuti korban.

Namun, akibat tindakan yang dilakukan, korban tidak dapat diselamatkan. Setelah beberapa hari berjuang menjalani perawatan medis, I Gede Selamet akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Penyidikan masih terus berlangsung. Polisi mendalami secara utuh kronologi, motif, serta pertanggungjawaban hukum yang dikenakan kepada tersangka.

Laporan : Na’ila Abraara

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!