Polda Sumsel Perkuat Sinergi Keamanan Lintas Negara Bersama Polisi Malaysia
Palembang – SUMSEL – Baraberita.com – Polda Sumatera Selatan memperkuat kerja sama keamanan lintas negara melalui pertemuan strategis dengan Malaysia Police Liaison Officer (MPLO) dari Konsulat Jenderal Malaysia di Medan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kerja sama internasional, serta mendukung iklim investasi dan pembangunan nasional di wilayah Sumatera Selatan.
Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan dipimpin oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, dan dihadiri perwakilan MPLO Konsulat Jenderal Malaysia di Medan beserta para Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan.
Agenda pertemuan membahas penguatan komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi antara Polri dan Royal Malaysia Police dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan lintas negara. Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan kelembagaan guna mendukung penanganan berbagai isu strategis yang berdampak terhadap keamanan kawasan maupun kepentingan masyarakat kedua negara.
Selain mempererat hubungan bilateral antarinstitusi kepolisian, pertemuan juga membahas pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan investasi dan pembangunan ekonomi. Polda Sumatera Selatan menegaskan kesiapan memberikan jaminan keamanan terhadap seluruh aktivitas investasi dan dunia usaha sesuai tugas dan fungsi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan MPLO menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Indonesia dan Polri dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang memiliki dampak terhadap kawasan regional. MPLO juga menyampaikan informasi mengenai seorang warga negara Malaysia yang sedang menjalani proses hukum di Indonesia terkait tindak pidana narkotika.
Pihak perwakilan Malaysia menegaskan penghormatan penuh terhadap proses hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap sistem penegakan hukum yang dijalankan oleh aparat penegak hukum di wilayah kedaulatan Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa setiap penanganan perkara dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penanganan dilakukan tanpa membedakan kewarganegaraan pelaku maupun korban.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi prinsip Polri Presisi dalam memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak. Polri menjunjung tinggi keadilan bagi setiap orang tanpa terkecuali.
Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan bahwa sinergi internasional menjadi langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks. Tantangan keamanan saat ini tidak lagi terbatas pada batas wilayah negara saja.
“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Royal Malaysia Police melalui komunikasi, koordinasi, dan pertukaran informasi yang berkesinambungan. Polda Sumsel juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat maupun investasi di wilayah Sumatera Selatan mendapatkan jaminan keamanan sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari upaya Polri dalam mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan lintas negara sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
“Kerja sama lintas negara menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi dinamika keamanan global. Polda Sumsel akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh mitra, baik di dalam maupun luar negeri, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Melalui penguatan kemitraan dengan MPLO, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional yang produktif. Hal ini dilakukan dalam menjaga stabilitas keamanan, mencegah kejahatan lintas negara, mendukung iklim investasi, serta mengawal keberhasilan program pembangunan nasional demi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Laporan : Muhamad Yusni
