Polres Pamekasan Periksa Tiga Orang Terkait Dugaan Suap Program Makan Bergizi Gratis
Pamekasan – JATIM – Baraberita.com – Polres Pamekasan, Jawa Timur, memeriksa tiga orang terkait dugaan suap dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini melibatkan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Pamekasan sebagai pihak yang dilaporkan.
Menurut keterangan pers yang disampaikan Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama pada 7 Juli 2026, dari tiga orang yang diperiksa, dua di antaranya berasal dari pihak pelapor dan satu orang merupakan pihak terlapor.
Kedua pihak pelapor tersebut berasal dari Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi serta Tim Pencari Fakta Nusantara. Sementara satu orang yang menjadi terlapor adalah Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Pamekasan.
Penyelidikan atas kasus ini dilakukan oleh tim Reserse Kriminal Polres Pamekasan. Langkah ini diambil setelah diterimanya laporan resmi yang disampaikan oleh masyarakat terkait dugaan pelanggaran hukum.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa terjadi dugaan praktik suap dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional setempat. Laporan ini diajukan secara resmi oleh kedua kelompok yang mengawasi jalannya program tersebut.
Ada sejumlah dugaan pelanggaran yang tercantum dalam isi laporan. Salah satunya adalah dugaan penerimaan suap dan gratifikasi selama yang bersangkutan menjabat sebagai Koordinator Wilayah program MBG.
Selain itu, dilaporkan juga adanya pelanggaran etika berupa rangkap jabatan. Pembangunan infrastruktur dapur MBG pun diduga tidak sesuai ketentuan karena tidak dilengkapi instalasi pengolahan air limbah.
Masih dalam laporan yang sama, turut disampaikan dugaan terjadinya pungutan liar dalam proses penentuan titik koordinat lokasi pembangunan dapur. Hal ini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan yang sedang berjalan.
Pihak kepolisian menyatakan telah menyusun rencana tindak lanjut untuk memperdalam pemeriksaan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memanggil seluruh kepala dapur MBG yang ada di wilayah Kabupaten Pamekasan.
Pemanggilan tersebut bertujuan melengkapi data dan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan. Selain itu, kepolisian juga merencanakan pemeriksaan lanjutan kembali kepada pihak terlapor.
Ipda Yoni Evan Pratama dalam keterangannya itu menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Masyarakat diminta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
Pada pemeriksaan yang telah dilaksanakan sebelumnya, pihak terlapor menjalani proses keterangan selama hampir sepuluh jam. Dalam kesempatan itu, ia secara tegas membantah seluruh tuduhan keterlibatan dalam aliran dana suap.
Laporan : Nanang Kosim
