9 Juni 2026

Kapolri Tekankan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem dan Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Tengah

0
image

Semarang  – JATENG – Baraberita.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan penekanan khusus terhadap kewaspadaan cuaca ekstrem dan kesiapsiagaan penanganan bencana. Fokus perhatiannya terarah terutama pada wilayah Jawa Tengah.

Penekanan tersebut disampaikan Kapolri saat melakukan peninjauan langsung di Stasiun Tawang, Minggu (21/12/2025). Kegiatan peninjauan ini menjadi wadah untuk menyampaikan pesan penting terkait tantangan cuaca yang mendekati.

Menurut Kapolri, prakiraan cuaca yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah. Data ini menjadi dasar pertimbangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kami juga harus waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dan sangat tinggi, termasuk di Jawa Tengah,” ujar Kapolri secara langsung. Ia menekankan bahwa waspada dini adalah langkah awal yang krusial.

“Oleh karena itu, kesiapsiagaan penanganan bencana harus benar-benar dipastikan,” lanjutnya. Pesan ini ditujukan untuk seluruh jajaran yang terkait dengan penanganan bencana.

Kapolri juga menekankan pentingnya kesiapan Satgas gabungan penanganan bencana. Aspek yang harus dipersiapkan meliputi personel, sarana-prasarana, maupun pola bertindak yang efektif di lapangan.

Ia meminta seluruh jajaran untuk memetakan titik-titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu jalur transportasi maupun keselamatan masyarakat. Mitigasi sejak awal dianggap sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

“Mitigasi harus disiapkan sejak awal, termasuk rekayasa jalur apabila terjadi gangguan, kesiapan SAR dan evakuasi, hingga penentuan lokasi pengungsian yang aman bagi masyarakat,” tegas Kapolri.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menerima paparan dari jajaran Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang. Paparan tersebut terkait kesiapan operasional Nataru dan prediksi lonjakan penumpang kereta api.

Koordinasi lintas sektor, termasuk Polri, TNI, pemerintah daerah, dan operator transportasi, dinilai menjadi kunci. “Di tengah ancaman bencana, pelayanan Nataru tetap harus berjalan optimal. Negara harus hadir, dan itu diwujudkan melalui soliditas serta sinergitas seluruh pihak,” pungkas Kapolri.

Laporan : Hartono KS.

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!