16 Mei 2026

Ditpolairud Polda NTT dan Unsur Maritim Evakuasi 9 Awak KLM Helewa di Perairan Laut Sawu

0
image (1)

Kupang – NTT – Baraberita.com – Cuaca buruk kembali melanda perairan Laut Sawu, menyebabkan insiden pelayaran yang melibatkan Kapal KLM Helewa. Kapal tersebut mengalami mati mesin dan kemasukan air akibat gelombang tinggi dan angin kencang pada Senin, 17 November 2025.

Beruntung, seluruh awak kapal yang berjumlah 9 orang berhasil dievakuasi dengan selamat berkat respons cepat dari Ditpolairud Polda NTT bersama unsur maritim lainnya. Proses evakuasi berlangsung aman dan tanpa korban jiwa.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, SIK., M.H., membenarkan upaya penyelamatan tersebut. Ia menyatakan bahwa personel Ditpolairud menerima laporan dari masyarakat mengenai kapal yang mengalami mati mesin di tengah cuaca ekstrem.

“Personel Ditpolairud menerima laporan dari masyarakat bahwa satu kapal mengalami mati mesin di tengah cuaca ekstrem. Tim langsung bergerak menuju Pelabuhan Ferry Bolok untuk melakukan pertolongan,” ungkap Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Sebelum tiba di Kupang, awak KLM Helewa sempat ditolong oleh KMP Lakaan yang sedang melintas dari Aimere menuju Kupang. KMP Lakaan menemukan kapal tersebut dalam kondisi tidak stabil dan terancam tenggelam akibat kemasukan air.

“Ini keberuntungan besar. KMP Lakaan melintas tepat waktu dan berhasil membawa seluruh awak kapal menuju lokasi yang lebih aman,” jelas Kabid Humas Polda NTT.

Setibanya di Kupang, Ditpolairud Polda NTT dan unsur maritim lainnya sudah bersiaga di Pelabuhan Bolok. Mereka menyiapkan ambulans serta tenaga medis untuk memastikan seluruh awak kapal mendapat pemeriksaan kesehatan.

Operasi penyelamatan melibatkan sinergi antara Ditpolairud Polda NTT, Kantor SAR Kupang, Bakamla Kupang, KSOP Kupang, dan Bid Dokkes Polda NTT. Alutsista yang dikerahkan antara lain Kapal Patroli 2005, RIB, peralatan komunikasi, dan ambulans Ditpolairud.

“Ini membuktikan kesiapsiagaan Ditpolairud Polda NTT dan optimalnya koordinasi unsur maritim dalam menangani keadaan darurat di laut. Tidak ada korban jiwa,” ungkap Kabid Humas Polda NTT.

Kabid Humas Polda NTT juga mengimbau para nelayan dan pelaku pelayaran untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG. Hal ini mengingat potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah NTT.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut, terutama saat cuaca buruk. Semua pihak diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi kondisi darurat di perairan.

Polda NTT akan terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan jika terjadi insiden serupa. Koordinasi antar lembaga juga akan terus ditingkatkan untuk memastikan keselamatan pelayaran di wilayah NTT.

Laporan : Monica Teguh 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!