9 Mei 2026

Hari Keempat Operasi SAR Longsor Cibeunying di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah Intensif, 11 Korban Masih Dalam Pencarian

0
WhatsAppImage2025-11-16at17.34.27_106421

Cilacap – JATENG – Baraberita.com – Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini memasuki hari keempat dengan kegiatan yang semakin intensif. Tim SAR gabungan terus memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru dari unit K9.

Cuaca yang relatif cerah pada Sabtu pagi memungkinkan perluasan area galian, namun tim tetap bekerja dengan kehati-hatian tinggi karena tanah di sepanjang lereng masih bergerak. Pagi itu, Polri memulai hari dengan melakukan briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas untuk menentukan jalur masuk yang aman dan membagi jalur personel.

Di sektor A2, lokasi ditemukannya dua jenazah dan dua body part sebelumnya menjadi acuan utama dalam memperkirakan arah sebaran material longsor. Sementara itu, sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena timbunan di area tersebut berlapis-lapis, membutuhkan kerja manual yang lebih berat.

Pelayanan kesehatan juga terus diperkuat. Petugas medis Polri bekerja di dua titik: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor. Di RSUD Majenang, pemeriksaan lanjutan diberikan kepada korban luka, termasuk cedera ekstremitas, luka sobek, dan gangguan pernapasan akibat inhalasi debu.

Di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Polri juga menempatkan personel khusus untuk mengawal warga lanjut usia dan anak-anak yang mengalami stres fisik akibat perubahan lingkungan pengungsian.

Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Hal ini memungkinkan warga menerima bantuan medis tanpa penundaan, terutama pada jam-jam awal evakuasi di pagi hari.

Pelayanan psikologis melalui program trauma healing juga diperluas. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap dan relawan psikososial. Tim ini tidak hanya fokus pada keluarga korban di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat.

Polri menurunkan total 155 personel—125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob—yang bekerja dalam pola bergilir untuk menjaga stamina. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung terus bekerja melakukan penandaan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban tertimbun.

Hingga hari ini, sembilan korban telah ditemukan dan teridentifikasi oleh Tim DVI. Dari total 20 warga yang dinyatakan hilang saat awal kejadian, kini tersisa 11 korban yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian semakin terarah berdasarkan pola temuan dan analisis struktur longsoran hari sebelumnya.

Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan runtuhan, dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama.

Laporan : Agus Nugroho 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!