Balikpapan – Kaltim, Barabeeita.com – Selass, 01/11/2022 – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Fadilah, S.H dari Fraksi Partai Golkar melaksanakan kegiatan Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang Tahap III Tahun 2022. Berbeda dengan yang lain, Reses ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota.
Masyarakat cukup antusias mengikuti kegiatan reses tersebut, yang dihadiri oleh Ketua RT, beserta masyarakat sekitar kelurahan Damai. Mayoritas warga sepakat agar lampu Penerangan Jalan umum (PJU) segera direalisasikan untuk bisa menunjang aktifitas warga saat malam hari.
Menanggapi usulan warga tersebut, Fadilah menjelaskan bahwa persoalan anggaran yang menjadi kendala utama. Karena anggaran di kelurahan Damai hanya ada tersedia kurang lebih 25 juta.
“Anggaran PJU kurang lebih 25 juta
untuk mengakomodir 35 RT, jelas tidak cukup Anggarannya.” ungkap Fadilah.
Selain pemasangan PJU, disampaikan juga usulan dari ketua RT 22 dan RT 23 Kelurahan Damai, mulai dari semenisasi jalan, normalisasi drainase, serta penataan bak sampah yang terletak di Jalan Siaga.
“Bak sampah kami tepat berada diatas drainase. Bila turun hujan, maka sampah banyak hanyut dan berakibat drainase menjadi tersumbat.” kata Iwan RT 23 Damai.
Menanggapi berbagai usulan warga tersebut, Fadilah menjelaskan bahwa setiap usulan yang telah disampaikan warga kepada dirinya, akan ditampung untuk diperjuangkan sesuai dengan kekuatan anggaran yang dimiliki Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan.
“Pokoknya, semua usulan yang menjadi skala prioritas kami utamakan. Kami akan sampaikan ke Instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Apabila ada usulan warga yang tertunda, agar bersabar untuk dapat terealisasi pada tahun berikutnya, tahun 2023, seperti pekerjaan semenisasi jalan serta pemasangan PJU,” ujar Fadillah optimis.
Permasalahan lokasi bak sampah yang ada di jalan Siaga, Fadilah akan melakukan kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, untuk ditinjau dulu dan cari solusinya.
“Kita coba cari solusi, karena lahan untuk bak sampah tidak ada. Harus ada warga atau lahan kosong milik warga yang mau lahannya di jadikan untuk tempat bak sampah,” pungkasnya.