18 Juni 2026

Kebakaran Rumah di Sanggau Diduga Dipicu Kelalaian Anak Main Korek Api, Tidak Ada Korban Jiwa

0
IMG_20260618_043133

Sanggau – KALBAR – Baraberita.com – Satu unit rumah tinggal semi permanen milik Rifa’i (65) yang berlokasi di Jalan Perintis RT 029/RW 009 Gang Bhakti, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, terbakar habis pada Selasa (16/06/2026) sore. Peristiwa ini diduga bermula dari kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dalam rumah.

Upaya tanggap darurat yang dilakukan secara terpadu oleh kepolisian bersama tim pemadam kebakaran gabungan berhasil mengendalikan jalaran api di kawasan padat penduduk tersebut. Berkat penanganan cepat, kobaran api tidak meluas dan merusak bangunan-bangunan di sekitarnya.

Kebakaran terjadi sekira pukul 17.15 WIB. Saat itu, anak kandung pemilik rumah bernama Trian Ramandha sedang sibuk membersihkan halaman pekarangan. Aktivitasnya terhenti seketika mendengar teriakan histeris dari dalam rumah yang berasal dari Nisa dan Kemal, kedua cucu pemilik rumah.

Kedua anak itu memberitahu bahwa api sudah menyala di dalam kamar depan. Saat Trian bergegas masuk, ruangan itu sudah dipenuhi asap tebal yang berasal dari kobaran api yang melahap kasur dan gorden. Menyadari situasi sudah tidak terkendali, ia segera mengeluarkan seluruh anggota keluarga ke tempat aman dan meminta bantuan warga serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau.

Armada pemadam kebakaran gabungan dari Dinas Damkar Sanggau, BPBD, dan Yayasan Bhakti Sentosa segera tiba di lokasi. Mereka didukung penuh oleh personel Polres Sanggau dan Polsek Kapuas untuk membatasi jangkauan api. Kobaran api baru dapat dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.20 WIB.

Kepala Seksi Humas Polres Sanggau, IPDA Thomson M. Pakpahan, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, penyebab kebakaran diduga kuat karena kelalaian anak-anak.

“Dari keterangan saksi, diduga api berasal dari aktivitas anak-anak yang bermain dengan korek api gas di dalam kamar depan. Percikan api itu menyambar sprei tempat tidur, lalu dengan cepat merambat ke gorden. Syukurnya tidak ada korban jiwa, namun kami mengimbau orang tua untuk menjauhkan benda berbahaya dari jangkauan anak,” jelas IPDA Thomson.

Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan dan pengawasan ketat di lingkungan rumah tangga merupakan langkah paling utama untuk menghindari bahaya kebakaran.

Polda Kalimantan Barat menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada Rifa’i dan keluarganya atas musibah yang menimpa. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan unsur terkait yang bekerja sama memadamkan api.

Kombes Pol Bambang menambahkan, peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Anak-anak pada masa pertumbuhan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun belum memahami risiko bahaya dari benda-benda tertentu.

Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dan terus-menerus dari orang tua di dalam rumah sangat diperlukan serta tidak boleh dikurangi demi keamanan bersama.

Hingga malam hari pasca-kebakaran, kondisi di sekitar Gang Bhakti terpantau aman dan tertib. Bagian kamar yang menjadi titik awal kebakaran telah dipasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, sementara besaran kerugian materiil masih dihitung oleh pihak Kelurahan dan BPBD Sanggau.

Laporan : Muhamad Yusni 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!